Surat Pembaca (1)

Masih tentang pengalaman berbelanja saya di Al*ami*i, kemaren saya beli baterei yang sedianya akan digunakan untuk mobil2an Mahes. Judulnya doank sih beli baterei, tpi ujung-ujungnya nyasar ke barang yang lain!😀

DIAPER
Ketika dalam perjalanan menuju kasir, mata saya tertarik ke segerombolan diaper yang sedang promo. Biasanya  untuk sebungkus diaper yang hanya saya beli jika ada promo ukuran XL isi 34 harganya 90 ribu mendekati 100 ribu, saat itu didiskon menjadi 75 ribu. Setelah melirik penuh arti ke arah si ayah, langsung saya ambil sebungkus, namun beberapa detik kemudian saya dan si ayah ragu, mo beli 1 apa 2, mumpung lagi promo nih!😉 (dulu pernah ada promo serupa, saya hanya beli sebungkus dan setelah itu nyesel habis-habisan) Akhirnya diputuskan untuk ngambil 2 bungkus.

BATERAI
Nah, sekarang giliran “ngambil” baterai yang letaknya di depan meja kasir. Ayah langsung tertarik ma baterai merk Ener*izer jenis AA yang disitu list harganya “cuma” 11 ribuan, murah katanya. Karena takut salah ngeliat tempelan list harga, saya cek lagi harga-harga di sebelahnya, tercantum 23 ribuan, tapi setelah saya liat lagi ternyata untuk baterai jenis AAA, berarti harga itu bukan untuk baterai yang akan dibeli ayah.

DI KASIR
Setelah melihat barang-barang yang kami beli, ayah sempat ragu terhadap ketersediaan uang tunai di dompetnya sehingga sempat akan membayar dengan menggunakan kartu debit, namun saya meyakinkan bahwa jika harga yang tertera itu benar, insyaAllah uang yang di dompet cukup untuk membayar semua belanjaan kami. Karena dah bener-bener yakin, saya ga ngeliat ke komputer kasir (FYI, di miDimarket ini, ga ada monitor display harga yang bisa diliat oleh konsumen, sehingga kalo konsumen pengen ngeliat berapa yang harus dibayar, harus “sedikit” melongok ke layar komputer di depan kasir). Setelah ditotal ternyata uang di dompet suami saya ngepassssssssssss banget! Hanya disisakan sekian ribu rupiah.

PENJELASAN
Karena ngerasa sudah ngitung perkiraan harga total sebelumnya, suami saya langsung ngeliat struk belanja, disana hanya tertera potongan harga sebesar 14 ribu. Saya beranikan bertanya ke mas-mas yang jaga front desk, konfirmasi masalah perbedaan harga tersebut. Menurut si mas, meskipun di struk harga diaper tertera harga normal yaitu 89 ribu, tapi dah dipotong sesuai dengan yang tertera di struk yaitu sebesar 14 ribu. Kembali suami saya mengkonfirmasi bahwa jika potongan harganya sebesar 14 ribu, berarti masing-masing diaper hanya dipotong 7 ribu, bukan 14 ribu sesuai dengan harga promo yang tertera di tempelan list harga tadi. Untuk kali ini giliran kasirnya yang menyahut, bahwa promo diaper tersebut hanya berlaku untuk satu bungkus, tidak berlaku kelipatan!!!

Setelah ber-Ooooo panjang, suami saya sedang bersiap-siap untuk menanyakan tentang perbedaan harga baterai antara yang tertera di struk dengan yang tertera di tempelan list harga yang JIKA tempelan list harganya BENAR akan berharga 11 ribuan, sementara di struk belanja tercantum harga 20 ribuan, karena udah males berdebat dan sudah menganggap masalah kekeliruan harga ini adalah hal yang BIASA saya temui, saya mengajak suami saya pulang setelah sebelumnya menucapkan TERIMA KASIH kepada si_mas_front_desk.


UNEG-UNEG

  1. Kalo emang promo tersebut tidak berlaku kelipatan, kenapa ga ditulis di leafletnya??? Kalopun ga mo nulis dengan huruf besar-besar (untuk menjebak konsumen yang ga teliti membaca)  kenapa pas nulisnya dikasih tanda bintang di pojok kanan atas trus di bawahnya ditulis pake font calibri dengan ukuran font 6 “TIDAK BERLAKU KELIPATAN”, kan beres!!! Jadi kalopun ada komplain dari konsumen, para karyawan yang bertugas bisa langsung menunjuk ke tulisan super kecil itu sebagai jawaban atas komplain tersebut.
  2. Kekeliruan dalam meletakkan harga barang sudah sering saya temui di beberapa supermarket, namun karena selisihnya ga terlalu signifikan jadi saya ga pernah mempermasalahkannya. Nah karena kali ini selisihnya hampir 10 ribu, saya pengen ngasih tau ke para pemilik toko swalayan untuk senantiasa mengapdet tempelan harga barang supaya tidak ada lagi konsumen yang TERTIPU seperti saya. Lagi-lagi saya hanya menghibur diri dengan mengafirmasi diri supaya membaca lebih teliti lain kali.

Jadi telitilah dalam membeli!🙂



gambar diambil dari http://www.indonetwork.co.id/cashregister_sharp/

5 thoughts on “Surat Pembaca (1)

  1. kamu tertipu kamu terjebak kamu terperangkap muslihatnya…. *nyanyikan dengan nada lagu hello yang ular berbisa*
    hahahahaha
    yah begitulah bahasa promosi, kian lama kian menjebak saja

  2. hehe senasib
    liat sabun cuci piring 2 bungkus diselotip jadi 1 dikasi bonus mangkok melamine, plus harganya diskon berat …
    sampe kasir.. dong2, ternyata harga yang berlaku itu bwt 1 bungkus …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s