Keong Racun yang Beracun

Seperti mudik lebaran tahun lalu, tahun ini Mahes tetap menjadi pusat perhatian anak-anak kecil di sekitar rumah orang tua saya di Probolinggo. Sejak pukul 6 pagi mereka telah duduk manis menunggu keluarnya pangeran kecil saya. Begitu Mahes keluar, para krucil tersebut langsung mengajaknya bermain dan bernyanyi bersama, dan Mahes benar-benar menikmatinya🙂

Di tengah-tengah permainan tersebut, saya yang awalnya hanya memantau dari jauh, mendengar salah satu dari precil tersebut menyanyikan sebait lagu Keong Racun dengan santainya

Mulut kumat kemot
Matanya melotot
Lihat body semok
Pikiranmu jorok
Mentang-mentang kau kaya
Aku dianggap jablay

Deg!!! Prihatin saya mendengar kata-kata seperti itu keluar dari mulut bocah yang baru berumur 7 tahun, tapi saya diamkan saja dengan harapan si anak tersebut akan berhenti menyanyikan lagu itu dan kembali bermain seperti semula. Namun beberapa detik kemudian saya malah mendengar lagu itu dinyanyikan oleh anak lainnya!

Langsung saja saya mendekat ke arah mereka kemudian menegurnya dengan hati-hati agar mereka tidak lagi menyanyikan lagu itu. Saya kira mereka akan langsung menurut, eh ndilalah lha koq malah ada yang balik nanya, “Emang kenapa tante?” Gubrak!!! Untung aja saya ga mengalami penyempitan pembuluh darah di otak, kalo iya mungkin saya akan langsung mengalami stroke saking kagetnya mendapat umpan balik dari precils itu! Saya jawab aja bahwa itu lagu orang dewasa, anak kecil blom boleh nyanyi kaya gitu plus selama maen sama Mahes dilarang keras menyanyikan lagu itu!!! Alhamdulillah sampai saya pulang, mereka nggak pernah nyanyi lagu itu lagi.

Ya Allah.. koq bisa anak-anak yang masih di bawah 10 taun itu dengan polosnya menyanyikan lagu yang liriknya memprihatinkan itu??? Emang di desa bener-bener ga ada hiburan ya sampe-sampe lagu aneh kaya gitu malah jadi trend disana??? Emang orangtuanya bener-bener ga peduli dengan perkembangan anaknya??? Hmmm… Otak mereka yang seharusnya masih bersih dan diisi hal-hal yang bermanfaat malah teracuni kata-kata yang bahkan mungkin mereka nggak tau artinya apa!

Kapan ya anak-anak Indonesia mendapat fasilitas hiburan sesuai dengan umur mereka?

Kapan ya lagu anak akan kembali berjaya di Indonesia sehingga mereka ga perlu menyanyikan lagu orang dewasa?

Kapan ya film/serial anak kembali membudaya sehingga sinetron miskinkayabaikburuk tidak lagi mennjadi tontonan mereka tiap pukul 7 malam?


gambar diambil dari http://wongtaniku.wordpress.com

15 thoughts on “Keong Racun yang Beracun

  1. di desa main ke sawah, main tanah, sama ngejar2 ayam donk si khonsa
    alhamdulillah di desaku ngga kenal keong beracun wkwkwkwkkwkwk

    mungkin liat dr tipi atau denger di radio mbak
    kan booming banget🙂

  2. kelihatannya hal ini sudah menjadi fenomena yang jamak, apalagi dengan semakin majunya teknololgi informasi, semua informasi dapat sampai ke seluruh nusantara dengan mudah. Ditunjang dengan semakin terjangkaunya harga TV, Radio, Handphone, dll.
    Orang tua memang harus memberikan batasan yang tegas terhadap anaknya, sehingga anaknya dapat berkembang sesuai dengan umur nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s