Sembelit Alias Konstipasi

Tiba-tiba terdengar jeritan tangis Mahes!

Dia menangis sejadi-jadinya… Badannya tak mau disentuh sedikitpun.

Saya kebingungan menghadapi tangisannya kali ini, karena hal ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Tangan mungilnya kemudian menjulur ke arah saya pertanda dia sedang butuh pegangan.

Tangisannya bertambah kencang!  Saya liat celananya basah dengan ompolnya.

Allah.. ada apa dengan anak saya!

Saya buka celananya, dan Mahes masih berpegangan erat kepada saya.

Wajahnya memerah, mengejan..

Oooo..ternyata si kecil sedang sembelit

Sambil mengelus-elus punggungnya, saya sugesti dia bahwa dia bisa melakukannya

“Ayo sayang, pup yuk! gapapa, Mahes bisa koq, kan Mahes anak pintar, pelan-pelan aja yaaa”

Kembali dia mengejan sambil terkencing-kencing

Hati ibu mana yang tak hancur jika melihat kondisi putranya seperti itu!

Wajah memerah, tangisan yang melengking, pegangan yang begitu erat, lantai yang basah akibat usahanya untuk dapat menunaikan hajat besarnya, hiks…

Saya hibur dia, saya ungkapkan bahwa saya juga berempati kepadanya

“Sakit ya sayang? Gapapa, pelan-pelan aja yaaa.. Tar lagi makan pepaya ya! Pepaya manis yang di kulkas itu lho!”

Dan hanya dijawab dengan seringai wajah menahan sakit

Proses mengejan tetap berlangsung

Dan akhirnya keluarlah 4 butir kotoran sebesar kelereng, ah leganya hati saya!🙂

Cuplikan peristiwa diatas saya alami Sabtu lalu ketika pangeran kecil saya sedang mengalami konstipasi. Ketika masih belum bergigi, “obat” paling mujarab untuk sembelitnya adalah dengan memberinya pepaya saring. Entah ada perubahan rasa atau tekstur, sejak bergigi Mahes malah ga suka makan pepaya, dia lebih suka buah yang berair seperti melon/semangka. Karena alasan itu maka begitu acara tangis-tangisannya selesai, akhirnya saya buatkan dia jus pepaya dengan sedikit gula kemudian saya saring sehingga dihasilkan “air pepaya”.

Kenapa diberi gula dan disaring, alasannya adalah :

  • Saya pernah nyoba ngasih jus pepaya pure tanpa gula dan langsung ditolak mentah-mentah oleh Mahes
  • Saya juga pernah ngasih jus pepaya tanpa disaring, emang sih diminum tapi ketika bertemu dengan “ampas”  pepaya, langsung dilepeh dan ga mau minum lagi😦

Biasanya setelah ngasih si air pepaya ini, BAB Mahes langsung lancar. Kadang saya kombinasikan dengan nanas atau melon, tergantung persediaan buah di kulkas deh!😀 Yang jelas si buah merah manis ini menjadi penghuni setia kulkas saya.

Catatan :
Berdasarkan konfirmasi dan survei langsung ke TKP akhirnya disimpulkan bahwa Mahes benar-benar mirip dengan ayahnya : dia butuh sayur dalam jumlah yang banyak.
Sejak saat itu asupan sayurnya saya tambah dua kali lipat, dan alhamdulillah penambahan asupan sayur ini dibarengi dengan penambahan nafsu makan sehingga sekarang porsi makannya menjadi dua kali lipat seperti biasanya😀

9 thoughts on “Sembelit Alias Konstipasi

  1. Salam bunda…
    kasihan adik Mahes mengalami sembelit. Saat Indah membaca postingan bunda, sepertinya Indah yang merasakan apa yang bunda rasa.

    Mudahan adik Mahes tidak mengalami hal serupa pada masa mendatang. Selamat berpuasa bunda dan selamat hari kemerdekaan buat Indonesia ke 65 tahun.

    Salam Indahkasihku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s