Antara Inception dan The Sorcerer’s Apprentice

Sebenernya si ayah dah ngajakin nonton dari minggu yang lalu, hanya saja blom kesampean karena saat itu dateng ke bioskopnya dah mepet, padahal blom makan malem sehingga memutuskan untuk menundanya hingga batas waktu yang tak bisa ditentukan.

Sabtu sore kemarin kebetulan Mahes dah tidur dari pukul 17.00 WIB, si ayah nanyain tentang rencana nonton yang tertunda kemarin, akhirnya tercapailah kesepakatan bahwa kami jadi nonton Inception malam itu (sekalian nge-date). Sebenarnya saya dan si ayah masih bingung antara nonton Inception yang dibintangi oleh Leonardo Di Caprio atau The Sorcerer’s Apprentice yang dibintangi oleh Nicholas Cage, karena kami sama-sama bukan penyuka si Leonardo Di Caprio, sedangkan film yang laen ga ada yang representatif untuk ditonton. Masalahnya saya juga ga suka-suka amat sama si Nicholas Cage, berkebalikan dengan ayah yang sangat suka sama si NC ini. Ya sudah, supaya adil akhirnya kami ambil jalan tengah yaitu nonton Inception saja😀

Singkat cerita akhirnya kami beli tiket yang pukul 21.15 WIB karena untuk yang pukul 18.30 WIB jelas ga mungkin bisa, lha wong nyampe sana aja pukul 19.10 WIB, padahal blom makan malam, ya wes, nekat! Sekali-kali nonton berasa midnight kan gapapa, itung-itung pacaran lagi😀

Daripada  mati gaya gara-gara kelamaan nungguin filmnya dimulai, setelah makan malam dan menghabiskan sepiring mi goreng ayam, seporsi fillet ikan goreng tepung, dan seporsi cap cay goreng,kami jalan-jalan ngiterin eMol ini. Liat-liat buku di Gramedia, mbungkus satu. Liat pameran baju di lantai satu, nanya-nanya bentar, alhamdulillah masih diberi kekuatan iman sehingga jadi gak mbungkus🙂 Ngelirik jam tangan trus ke mushola eMol untuk sholat Isya. Sesudah sholat naek lagi ke lantai tiga trus beli D’Crepes pisang coklat keju, trus duduk-duduk di tangga sebelah bioskop karena dah mepet-mepet pukul 21.00 WIB.

Setelah duduk-duduk sekitar 20 menit akhirnya terdengar juga panggilan dari dalam bioskop pertanda pelemnya dah mo dimulai. Masuklah kami ke dalam dan disambut oleh mas-mas penjual popcorn, beli 1 kotak. Setelah dapet tempat duduk, tamatlah riwayat tuh popcorn😉

Pengunjung bioskop yang lain semakin banyak berdatangan, yang membuat saya heran adalah koq jam segitu masih banyak anak kecil berkeliaran, koq ya tega-teganya orangtuanya ngajakin anak-anaknya nonton jam segini, film dewasa lagi! Walopun ternyata emang di filmnya ga ada adegan “plus-plusnya” tapi kan tetap aja materi filmnya ga sesuai dengan usia mereka yang kebanyakan masih di bawah 12 taun!😦

Secara keseluruhan filmnya bagus, cuma agak gak ngerti ketika dah ngomongin teknis tentang mimpi, insepsi, eksepsi, dan istilah-istilah lainnya. Yang paling saya suka dari para aktornya adalah Tom Hardy, wajahnya tuh gimanaaaaaa gitu! Tapi yo tetep lebih ngganteng suami saya donk! :-*

Catatan :

  1. Setelah film usai, ada beberapa penonton yang masih saling mempertanyakan jalan cerita film ini, ternyata ada yang lebih ga ngerti dibanding saya hehehe..
  2. Nasib para anak kecil yang diajak nonton : terbangun dengan mata mengerjap-ngerjap🙂 Rupanya mereka tertidur ditengah pertunjukan film. Ya jelas tertidur, lha wong filmnya diputar dari pukul 21.15 WIB s.d. 23.30 WIB, gimana ga ngantuk?! Orang tuanya aja yang aneh ngajakin anak kecil nonton jam segitu!!!  :(

2 thoughts on “Antara Inception dan The Sorcerer’s Apprentice

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s