Pengakuan Seorang Mantan TKW

Di Penampungan PJTKI :

  • Seseorang yang berkeinginan untuk menjadi TKW cukup mendaftarkan dirinya di salah satu agen penyalur TKW dengan biaya nol rupiah alias gratis
  • Namun jika sang TKW ingin membatalkan niatnya untuk bekerja, dia harus menebus dirinya sendiri sebesar minimal 5 juta rupiah (saat itu), jumlah yang sangat besar bagi mereka yang kebanyakan datang dari keluarga pas-pasan
  • Selama di dalam penampungan tersebut para TKW akan diberi pelatihan seperti bagaimana cara mengurus bayi dengan baik, merapikan tempat tidur, membuat roti, dan juga dilatih bahasa Inggris/Mandarin/Arab dasar sesuai bahasa negara yang akan ditujunya.
  • Namun selama di dalam penampungan itu, para calon TKW dilarang keluar dan tidak bisa keluar karena pintu gerbang dijaga satpam dan beberapa ekor anjing galak, jadi hidupnya hanya terbatas di dalam lingkungan rumah penampungan TKI tersebut
  • Jika dirasa calon TKW telah siap bekerja, segala persyaratan administrasi mulai dari passport, tiket pesawat terbang, id card, visa kerja, dll disiapkan oleh PJTKI.

Di Tempat Bekerja

  • Ruang gerak semakin terbatas hanya terkungkung di dalam rumah sang majikan karena alarm rumah siap menyalak tiap kali ada gerakan pintu terbuka. Alarm tersebut diaktifkan tiap kali sang majikan hendak keluar rumah. Bahkan jendela yang tertutup akibat hembusan angin pun dapat membuat si alarm bekerja, yang menandakan a
  • Alat komunikasi seperti handphone dan sejenisnya ditahan oleh majikan, sehingga para TKW tidak dapat menelepon dan tidak diberi kesempatan untuk menelepon. Satu-satunya cara komunikasi yang bisa dilakukan adalah dengan berkirim surat, itupun hanya diijinkan 6 bulan sekali.
  • Mukena, sajadah, maupun alat sholat yang lain juga ditahan/disimpan oleh majikan. Sang TKW hanya diijinkan menggunakan pakaian sehari-hari tanpa diperbolehkan beribadah sedikitpun
  • Jangan pernah mencoba kabur dari tempat majikan kecuali si TKW tau jalan menuju pos polisi terdekat, sebab jika tidak maka minimal dia akan menderita cacat permanen dan jika sedang sial maka keluarganya di rumah harus mempersiapkan upacara pemakamannya.

Catatan :

  1. Keterangan di atas berdasarkan kisah budhe pengasuh Mahes yang baru yang ternyata mantan Tenaga Kerja Wanita di M**a**ia. Beliau pernah bekerja disana selama 2 tahun dan setelah kontrak kerjanya selesai enggan kembali bekerja disana, jera katanya.
  2. Tulisan ini tidak bermaksud mendiskreditkan negara tertentu, semata-mata hanya sekedar berbagi informasi.

5 thoughts on “Pengakuan Seorang Mantan TKW

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s