Wajah Para Penghuni Taman

1. Kemuning
Mupeng jenis bunga yang satu ini sejak pertama kali mengunjungi rumah mertua. Wanginya yang begitu semerbak di malam hari  membuat hati saya luluh dan kemudian bertekad ingin memilikinya jika telah memiliki rumah nantinya. Setelah saat yang dinanti-nanti itu tiba, ternyata bukan perkara yang mudah untuk menemukan si kemuning ini. Blusukan ke toko-toko bunga di sekitar Bintaro tidak berhasil memperoleh kemuning dalam ukuran yang saya inginkan. Namun akhirnya datanglah seorang pedagang bunga keliling yang bersedia mencurahkan seluruh waktu, tenaga, dan pikirannya untuk mencarikan tanaman yang berbunga putih ini, tidak tanggung-tanggung dia membawakan saya dua pohon sekaligus. Beli pot, nyampur tanah ma kompos, gunting sana gunting sini, taraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa… jadilah kemuning nan imut dan wangi ini😀

2. Adenium obesum
Tanaman cantik ini saya peroleh dengan gratis sodara-sodara!!! Tetangga sebelah rumah saya kebetulan hobi berkebun, beliau membudidayakan banyak sekali adenium ini. Gara-gara ngelewatin segerombolan adenium tiap hari membuat “witing tresno jalaran soko kulino” terjadi antara saya dan si adenium ini. Akhirnya setelah pasang muka badak,  saya beranikan diri untuk bilang ke pak Ade (tetangga saya, red) bahwa saya ingin membeli salah satu adenium miliknya. Saya kemudian diminta untuk melihat-lihat dan menandai yang mana yang akan saya beli. Keesokan harinya, pak Ade datang ke rumah membawa sebuah pot berisi adenium yang saya tandai tersebut, and u know what? Beliau memberikannya secara gratis tis tis…😀 Dan saat ini saya telah berhasil menggandakan si adenium tersebut. Makasih pak Ade..

3. Mawar Lurik
Suatu ketika tetangga saya yang baru saja pindah rumah sedang “mengisi” tamannya, salah satunya dengan si mawar lurik ini. Disebut lurik karena di tiap helai mahkotanya terdiri dari dua warna, yaitu merah dan putih. Love at the first sight, saat itulah cinta kami bersemi😉 Pucuk dicinta ulam tiba, beberapa hari kemudian ketika saya sedang berbelanja sayur di depan rumah, datanglah pedagang bunga keliling yang kebetulan membawa si lurik. Setelah proses tawar menawar dan dilanjutkan dengan transaksi pembelian, sejak saat itu taman rumah saya semakin semarak dengan kehadiran mawar kurik nan unik, cantik, dan menarik😉

4. Kamboja
Salah satu tanaman yang menjadi wishlist utama saya ketika sedang “merancang” pembuatan taman. Alhamdulillah saya berhasil menemukannya di toko bunga yang kami temui pertama kali,  toko bunga yang juga menjadi tempat dimana saya akhirnya membeli para penghuni “senior” taman mungil saya. Setelah kurang lebih enam bulan menghuni taman saya, si kamboja ini telah tumbuh menjadi dua kali lipat lebih besar dibanding kondisinya ketika pertama kali menancapkan akarnya disini.

5. Bunga (Gak) Tau Namanya
“Mahkota kuning bintik hitam” adalah kata kunci yang saya pakai untuk nyari nama si kuning ini, tapi baik mbah gugel maupun om wiki belum dapat menyajikan nama aselinya, saya nyerah! Tanaman yang dibeli karena si ayah pengen ada tanaman yang berbaris menutupi sebagian dinding namun tingginya tidak boleh melampaui jendela kamar. Setelah konsultasi dengan penjual bunga di toko tempat saya membeli kamboja di atas, beliau merekomendasikan si kuning (aduuuh..apa sih ya namanya, penasaran euy!), beli 40 batang yang per batangnya dihargai sebesar 2500 rupiah.  Ditengah kehidupannya, sekawanan tikus sempat mengancam kelangsungan habitatnya.  Beli FURADAN, tabur, tikus hilang (atau mati? hahaha..), beberapa batang yang berakhir di geligi (alm) binatang pengerat itu  saat ini telah tergantikan dengan saudara-saudaranya yang telah beranak pinak jadi banyak🙂

6. Jeruk @#$%*&+>]
Dibeli ketika sedang window shopping di Be Pe dan kemudian kepincut dengan si jeruk yang  saya lupa namanya apa. Konon kata si penjual jika buah jeruk ini telah matang dapat langsung dimakan dengan kulitnya, yang anehnya jika dikupas malah akan terasa asam. Katanya lagi, si buah jeruk ini bermanfaat untuk menghilangkan panas dalam. Dan sekarang buahnya sering berakhir di tangan pangeran kecil saya😦

3 thoughts on “Wajah Para Penghuni Taman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s