Three In One

1. Jenguk Dedek Aisyah

Dedek Aisy  yang berkulit putih, hidung mancung, dan berambut tebal ini merupakan putri pertama dari pasangan Mia dan mas Acwin. Ketika kami kesana hal yang pertama kali diperhatikan oleh Mahes adalah tempat tidur dek Aisy yang pinky. Terus saja dia menuding-nuding ke arah tempat tidur sambil menggumam ga jelas yang mengisyaratkan bahwa dia pengen tidur disana. Setelah si bintangnya rumah keluar (baca : dek Aisy) dan hendak saya letakkan di kasurnya, spontan Mahes menarik popok Aisy, melarang saya membaringkan Aisy disana, untuuuung aja saya dah mengantisipasi gerakan itu, sehingga Aisy dapat “diselamatkan”, maaf ya tante Mia!🙂 .

Setelah berbaring beberapa saat, dek Aisy dah mulai bosan, sedikit demi sedikit wajahnya mulai berkerut dan kemudian pecahlah tangisnya. Begitu dia saya gendong, eee..malah diem anteng menikmati indahnya dunia. Dimana-mana bayi tuh emang doyan digendong ya?! Nah, saat saya menggendong Aisy inilah Mahes memanfaatkan momen tersebut dengan langsung melompat ke kasur Aisy dan duduk manis disana. Sambil menggendong, saya minta Mahes untuk tiduran malah ga mau, trus dari tadi nunjuk-nunjuk kasur tuh cuma pengen duduk ya dek?! Akhirnya setelah muncul kekhawatiran akan semakin menjadi-jadinya tingkah Mahes, kami memutuskan untuk pulang. Sekali lagi, maaf ya tante Mia dan om Acwin!😀

2. Maen ke Rumah Tetangga

Siang hari ketika saya hendak sholat Dzuhur, saya delegasikan Mahes untuk dijaga budhe. Ternyata oleh budhe, Mahes dibawa keluar maen ke rumah tetangga sebelah. Begitu selesai sholat, saya keluar rumah bermaksud menjemput Mahes yang saat itu sedang bermain di teras rumah tante Ocha. Ketika melihat saya keluar, mahes langsung menghampiri saya. Nah, saat Mahes berjalan ke arah saya itulah, pada hitungan langkah ketiga, jatuhlah segumpal p*p dengan mulusnya! Tante Ocha yang saat itu sedang menggendong dek Eda langsung tertawa melihat “atraksi” Mahes tersebut. Saya yang sudah malu ga ketulungan langsung meminta tolong budhe untuk membersihkannya sementara saya buru-buru menggendong Mahes ke kamar mandi setelah sebelumnya meminta maaf ke tante Ocha atas “perbuatan” Mahes yang sangat manusiawi tersebut. Omaigaaad… malunya!

3. Maen di Kamar

Sekitar 2 jam setelah kejadian di atas, Mahes bermain di kamar bersama saya dan ayahnya. Seperti biasa yang jadi sasaran pertamanya adalah tumpukan majalah AyahBunda untuk kemudian “dibaca” dan diciumi tiap kali menemui gambar dedek bayi. Setelah bosan dengan majalahnya, Mahes berpindah ke kipas angin. Dipencet-pencetlah tombolnya, kemudian naiklah kakinya ke atas dudukan kipas angin tak berdosa itu. Setelah nguthak uthik kipas anginnya selesai, Mahes terdiam dalam waktu yang cukup lama. Demi melihat ekspresi wajahnya yang memerah, ayahnya langsung berkesimpulan bahwa Mahes sedang p*p. Saya sempat meragukan diagnosa si ayah, sebab Mahes telah melaksanakan hajat besarnya itu sekitar 2 jam yang lalu, kecil kemungkinannya untuk melakukannya lagi, tapi akhirnya tetep saya cek. Alamaaak.. belum sempat saya memeriksa celananya, jatuhlah gumpalan yang lebih besar dibanding yang pertama tadi! Meluncur sukses di lantai kamar! Hahahaha… Mahes.. Mahes.. Berhubung ayahnya blom berani berurusan dengan hal yang begituan, akhirnya dengan 3 lembar tisu saya membersihkannya sendiri, anget-anget gimanaaa gitu!😉

Yang sehat ya sayang! Bunda luvs you!

sang Komandan

8 thoughts on “Three In One

  1. klo belum punya anak mungkin agak jijik klo liat langsung ginian. tapi brubung udah lulus tahun pertama, jadi y ngakak.. trus tetep lanjut makan bakso ayam jatahnya Asa besok.
    mahes, lanjutkan y cah ganteng … pupupnya ..😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s