Sweet Seventeen (Month) Si Pangeran Kecil

Gara-gara keseringan DL, akhirnya blog ini terbengkalai. Terbukti dengan produktivitas untuk Juli 2010 hanya ada 5 tulisan, padahal target saya adalah minimal 1 tulisan per hari, sehingga saya masih punya “utang” tulisan minimal 3 tulisan. Mari kita mulai dengan progress report pangeran kecil saya yang pada tanggal 3 Juli 2010 kemarin ber-sweet seventeen month ria. Di umurnya yang dah 17 bulan (eh, 17 pa 18 ya?!) pencapaian yang berhasil diraih oleh Mahes antara lain :

  • Berkat kedatangan budhe yang baru, Mahes dilatih minum menggunakan training cup, dan hanya dalam waktu kurang dari 2 minggu dia sudah terampil dan berhasil lulus dengan gelar EXPERT !!!🙂
  • Lebih hebatnya lagi, setiap kali selesai makan si training cup tersebut diisi dengan air putih (yang notabene adalah minuman yang paling dihindari Mahes) dan dihabiskannya dengan lahap dengan resiko tersedak yang teramat kecil
  • Perubahan jam hibernasi. Sebelum umur 17 bulan jadwal tidur Mahes dalam sehari yaitu pukul 09.00 WIB dan 14.00 WIB, kemudian tidur kembali pada pukul 20.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB keesokan harinya.  Hal tersebut berubah sejak sweet seventeen month-nya. Pagi hari hanya tidur pukul 09.00 WIB, kemudian tidur kembali pada pukul 17.00 WIB hingga pukul 04.30 WIB keesokan harinya. Akibatnya adalah ketika bunda pulang, Mahesnya dah bobok, sehingga waktu bersama Mahes semakin berkurang, hiks…😦
  • Bukan hanya perubahan jam tidur tapi juga CARA tidur. Jika anak normal lainnya tidur dengan cara dikelonin di tempat tidur atau mungkin digendong, Mahes punya cara yang agak unik. Jika sudah mengantuk, dia akan mengajak ayahnya nonton tivi, kemudian meminta dibuatkan susu. Selanjutnya dia akan tidur di pangkuan ayahnya sambil meminum susu. Lima belas menit selanjutnya : TIDUR. Anehnya, cara ini hanya berlaku ke ayah, kalo sama bunda tetep minta kelon di tempat tidur.
  • Nafsu makan yang meningkat! Setiap ngeliat orang lain pegang makanan pasti disamperin untuk kemudian diminta hahaha… Sebentar-sebentar minta cemilan, kalo ga dikasih dia akan berjalan sendiri ke dapur kemudian berteriak sambil menunjuk kaleng krupuk “popooook…”. Kemarin berhasil menghabiskan jatah  makannya yang sengaja saya beri 2 kali  lebih banyak dibanding porsi normal, bagooooooos!
  • Mengalami penambahan berat badan yang signifikan. Meskipun belum tau berat pastinya berapa (karena dah ga pernah ke posyandu/bidan /dokter) indikatornya adalah setiap kali akan digendong oleh bundanya, setiap kali itu juga bundanya harus mengambil nafas untuk mengerahkan seluruh tenaga yang ada -lebaydotcom-
  • Setiap kali ditanya sudah sholat atau belum, maka Mahes akan mengambil sajadah, kemudian meminta kami menghamparkannya, dan dia sujud (versi Mahes) di atasnya. Jika saya menggunakan mukena, dia akan mengambil sarung dan meminta ayahnya untuk memakaikannya. Jika mendengar adzan, maka Mahes akan menirukan adzan tersebut, dengan versi Mahes tentunya🙂
  • Sudah hafal dengan anggota keluarga, beserta nama-namanya pastinya.
    Caranya seperti ini :  bunda bilang “ayah Ich..” dijawab oleh Mahes dengan “saaan”, bunda I… kaaaaa, dedek Ma…..eeeeeee (Mahes maksudnya), Kai As…. aaaad, Kakung Wido…..doooooo.  Yang terakhir ini yang bikin mbah Utinya terkekeh-kekeh tiap kali mendengar langsung dari mulut Mahes.
  • Ga jauh beda dengan poin di atas, ayah bunda juga punya “hafalan” untuk Mahes, yaitu “Mahes gan…teng, pin…teer, anak a….yaaah, sama bun…daaaaa, cucunya Ka…iiiiiiii, sama mbah U..tiiiiiiiiiii, sama mbah Ka..coooooooooooong”
  • Bergidik jika menginjak sesuatu yang basah, entah itu lantai yang baru dipel, air liurnya sendiri, atau air susunya yang kadang suka ditumpah-tumpahin. Tiap kali kakinya bersentuhan dengan air-air itu, spontan dia akan berteriak “pipiiii..pipiiii..” dan tidak berani melangkahkan kakinya karena dikiranya yang diinjak adalah pipisnya dan takut terpeleset jika tetap memaksa berjalan. Jadilah bunda sibuk ngejelasin bahwa yang diinjaknya bukan pipis, dan kemudian meraih tangannya untuk dituntun berjalan melewati bagian lantai yang basah tersebut.
  • Jika bunda/ayah pura-pura kesakitan atau menangis, Mahes akan menghampiri dengan wajah khawatir kemudian mencium bunda atau ayah. Jika setelah dicium bunda atau ayah tetep nangis/kesakitan, maka Mahes akan ikut menangis
  • Dijuluki KOMANDAN oleh asisten rumah tangga tetangga sebelah karena “keberaniannya”. Jadi tiap kali melihat Mahes, si mbah pasti bilang “ini nih komandannya dah dateng”
  • Gigi geraham atas dah tumbuh masing-masing satu di sebelah kanan dan kiri

Udah ah, see you on the 18th month episode!

4 thoughts on “Sweet Seventeen (Month) Si Pangeran Kecil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s