Untung Saya Ngga Hamil!

1. Toilet yang Jorki

Ada yang belum tuntas saya ceritakan di tulisan sebelumnya. Ternyata Puskesmas yang kami kunjungi tersebut sudah tidak lagi melayani permintaan surat keterangan bebas narkoba, sehingga oleh Puskesmas yang bersangkutan kami direkomendasikan ke kantor polisi yang terletak beberapa blok dari sana. Berbeda dengan sang Puskesmas, kesan pertama kami setibanya di kantor polisi ini  cukup menyenangkan. Pertanyaan kami mengenai bagian mana yang menangani keterangan bebas narkoba dijawab dengan penuh senyuman. Petunjuk arah yang diberikan pun sangat jelas sehingga kami dapat menemukan letak poliklinik yang terletak di lantai 2 dengan mudah.

Sesampainya di ruang poliklinik, kembali kami disambut dengan senyuman mbak-mbak (sebut saja mbak Anggrek, bukan nama sebenarnya) yang stand by disana. Langsung saja kami mengutarakan maksud kami. Sejenak mbak Anggrek masuk ke salah satu ruangan disana yang diikuti dengan keluarnya seorang ibu yang tampaknya atasan si mbak Anggrek ini (untuk selanjutnya kita panggil beliau dengan nama Ibu Bugenvil, juga bukan nama sebenarnya).  Kembali kami mengutarakan maksud kedatangan kami kepada ibu Bugenvil ini.

Tanpa ba bi bu lagi ibu Bugenvil meminta kami untuk langsung menuju ke toilet yang terletak di sebelah pintu masuk poliklinik. Alamaaaaaaaaaaaaaak… Begitu masuk kesana, bau pesing langsung menyergap! Tumpukan botol aqua bekas, lantai toilet yang sungguh kotor, ditambah lagi cawan tempat urin yang beberapa masih terdapat sisa urin di dalamnya, tidaaaaaaaaaaaak…😦 Saya melangkah lebih jauh lagi dan menjumpai sebuah pintu yang tertutup, nampaknya disanalah tempat pengambilan urinnya. First impression : JOROK ABIS! Lantai super duper kotor,  bentuk ruang yang sangat tidak enak dipandang mata, dan terakhir ketika membuka penutup toilet alamaaak… bener-bener ga terawat! >< Seketika perut saya bergejolak menahan muntah, langsung saya ngibrit keluar ruangan dan disambut tatapan “trus gimana nih?” oleh Ummu Fathin.

Akhirnya berbekal kenekatan yang entah saya dapatkan darimana, saya beranikan diri untuk kembali masuk ke toilet, kemudian mengambil salah satu cawan yang terletak dalam posisi tertelungkup, asumsi saya jika posisinya seperti itu berarti cawan tersebut bersih. Begitu selesai saya keluar dengan wajah bertanya-tanya, bingung mau diletakkan dimana cawan itu. Sementara nanya ke ibu Bugenvil cuma bilang “Taruh disana aja”. Ya sudah, saya manut! Saya letakkan di salah satu sudut ruangan.

Setelah selesai semua, barulah si ibu Bugenvil nanyain “Ini yang mana Mbak?” Saya hanya bisa menggerutu dalam hati, kenapa ga dari awal cawannya diberi nama sehingga kami tidak perlu lagi masuk ke ruangan super duper bau itu (yang herannya si ibu Bugenvil begitu “betah” di dalamnya). , ga bisa ngebayangin aja gimana hebatnya mual muntah saya! Ga hamil aja mual, apalagi hamil! Ga lagi deh tes bebas narkoba disana! Kapok saya!

2. Taksi yang Ugal-ugalan

Sepulang mengambil hasil surat keterangan sehat, kami tidak menemukan si burung biru di jalanan. Sementara si Ummu Fathin dah keliyengan lemes tak bertenaga. Akhirnya ada taksi putih mendekat, dan kami berhentikan dia. Karena pernah mendapatkan pengalaman buruk saya sempat under estimate terhadap si putih ini, namun begitu melihat wajah si Ummu Fathin yang begitu pucat, sok wae lah!🙂

Begitu naik, saya sudah mendapatkan firasat buruk, namun saya coba menghibur diri sembari merapalkan DON’T JUDGE THE BOOK FROM ITS COVER. Daaaaan… firasat saya terbukti!

Pertanyaan kami mengenai pool taksi si putih, kemudian pernyataan kami tentang carut marutnya lalu lintas saat itu hanya ditanggapi dingin alias GAK DIJAWAB. Sebentar-sebentar klakson berbunyi, sesuatu yang jarang saya temukan jika naik si burung biru. Rem mendadak bahkan hingga berdecit membuat si Ummu Fathin yang sedang hamil muda spontan mengelus-elus perutnya. Bukan hanya sekali tapi berkali-kali😡

Baik pertanyaan maupun pernyataan mengenai carut marutnya lalu lintas saat itu tidak ditanggapinya SEDIKITPUN! Yang ada malah semakin menambah laju kendaraan tanpa peduli akibat dari perbuatannya itu membuat kami sport jantung!!! Sebel!!! Untung aja saya ga hamil, jadi ga perlu khawatir keguguran di tengah jalan akibat sopir yang ugal-ugalan itu!!!😡

6 thoughts on “Untung Saya Ngga Hamil!

  1. mbak yu…
    ralat: kayanya saya tidak berwajah pucat dan keliyengan deh saat itu.btw, ga semua taksi putih itu kaya gitu qo. itu malah pengalaman pertama saya naik taksi putih yg ugal2an kaya gitu. biasanya baik2 aja qo..jadi, jgn kapok,,itu mah tergantung sopirnya ajah…

  2. ngomongin siapa sih??
    tapi kejadian itu traumatis n bikin parno c..
    iih…syerem…
    gak mau inget2 lagi,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s