Mahes.. Bunda Pergi Ya, Nak!

Terhitung mulai tanggal 23 sampai 25 Juni 2010, saya harus pergi meninggalkan pangeran kecil saya untuk menjalankan tugas negara.

Sejak Senin malam saya sudah berusaha memberi pengertian kepada Mahes bahwa saya akan meninggalkannya untuk sementara waktu sehingga kalo malem boboknya sama Budhe karena Bunda lagi ga di rumah.

Ingin tau reaksi Mahes?! Wajahnya langsung berubah menjadi sedih kemudian menghambur ke pelukan saya dan menyandarkan kepalanya di dada saya sembari tangannya memeluk erat pertanda tidak bisa menerima kepergian saya.

Ingin tau perasaan saya?! Hancur leburrrrrrr…😦

P.S. Pagi ini saya meninggalkan rumah ketika Mahes sedang tidur, sehingga beban moral yang harus saya tanggung tidak terlalu berat jika dibandingkan berpamitan dalam kondisi terjaga dan harus melihat tangan kecilnya melambai-lambai beserta sorot mata sedihnya

6 thoughts on “Mahes.. Bunda Pergi Ya, Nak!

  1. “Mahes, yang sabar ya, Bunda pergi untuk kembali padamu…”

    Sepertinya baru pertama mampir, salam kenal ya Bunda… 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s