Back To School

Minggu kemaren ditraktir ayah nonton Prince of Persia (sekaligus makan siang). Setelah sholat Dzuhur langsung cepet-cepetan ke emol terdekat coz film pertama diputar pukul 12.15 WIB, tentunya setelah berhasil “menyekap” Mahes di kamar bersama Budhe. Alhamdulillah sesampai disana filmnya baruuuuuu aja dimulai, jadi ga kehilangan banyak moment, ga seperti kejadian pas nonton Iron Man 2 yang waktu itu kelewatan sekitar 15 menit😦 .
Mulai menonton film………………………………………………………… Selesai!

Kemudian menuju tempat makan favorit kami untuk memenuhi hak perut yang sudah berkeruyuk sejak tadi. Ayah pesen nasi ayam asam manis, saya pesen nasi fuyunghai.
Mulai makan……………………………………………………………………….. Selesai!

Nahhh! Sebelum berangkat ke emol ini saya sempat mengajukan proposal ke ayah untuk membelikan sandal bagi pangeran kecil saya karena sepatu yang ada sekarang meskipun sengaja telah saya belikan 1 nomor lebih besar, sudah tidak muat lagi di kaki kecilnya. Nyari-nyari di C*haya ternyata ga dapet, jadinya banting setir nyari sandal buat saya🙂 Setelah dapet yang cocok, akhirnya ngantri di kasir untuk mbayar. Sembari ngantri saya melihat koq banyak banget yang beli tas anak-anak, baik yang backpack maupun tas selempang biasa, blom lagi sepatu, blom seragam, ada apakah gerangan?! Inget punya inget plus ngeliat bandrol diskon yang berbunyi “DISKON BACK TO SCHOOL” ternyata baru nyadar kalo sekarang tuh lagi persiapan masuk sekolah (resiko punya anak blom sekolah). Pembayaran selesai, langsung pulang.

Baru saja saya mbaca di kompas.com katanya pegadaian sedang diramaikan dengan para orang tua terutama kaum ibu yang menggadaikan perhiasan untuk keperluan sekolah anak-anaknya yang semakin hari semakin mahal. Njomplang dengan fenomena yang saya lihat di emol dimana para orang tua dari kalangan ekonomi menengah ke atas ramai-ramai berburu keperluan sekolah yang harga totalnya mungkin jauh lebih besar dibandingkan nominal yang diperoleh para ibu dari hasil menggadaikan barang berharganya.

back to school

Hmm.. saya jadi inget masa-masa SMU saya dimana setiap pergantian tahun ajaran Bapak pasti jungkir balik nyari utang buat mbayar segala keperluan sekolah saya, mulai dari uang daftar ulang (SMU saya swasta), buku-buku wajib, de el el. Bahkan yang masih saya ingat jelas hingga saat ini adalah ketika keesokan harinya saya harus masuk sekolah sementara saya masih belum punya buku tulis barang selembar pun!!! Saya sedih sekaligus maklum dengan kondisi saat itu. Sedih karena saat-saat masuk sekolah yang seharusnya menggembirakan ternyata saya belum punya buku tulis, tetapi juga maklum melihat kondisi keuangan Bapak yang tiap masuk musim tanam tembakau (yang selalu bertepatan dengan pergantian tahun ajaran) pasti dalam kondisi buruk. Simsalabim……. gak tau gimana caranya secara “ajaib” keesokan harinya saya dapat bersekolah dengan satu bendel buku tulis yang masih terbebat plastik. Makasih ya Pak……

One thought on “Back To School

  1. iya lho ka..yang namanya orang tua tuh ya,,rela berjuang apa aja demi kebutuhan anaknya bisa terpenuhi (terutama sekolah)..jadi inget masa2 skul dulu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s