Para Orang Tua yang GILA!

1. Bayi dua tahun dibakar kemaluannya karena sering mengompol

Mbaca di liputan6.com langsung ngebayangin bentuknya si ibu kaya apa.

Parah. Seorang ibu di Ambon, Maluku, tega membakar alat kelamin anaknya sendiri dengan sabut kelapa. Tindakan keji itu dilakukan Yakonina karena jengkel anaknya masih sering mengompol.
Farel Lenobais, bocah berusia dua tahun itu pun kini tergolek lemas karena mengalami luka bakar serius. Sang ayah, Josiah mengaku istrinya memang kerap berbuat kasar mulai dari memukul hingga membakar. Itu semua dilakukan saat Josiah tidak berada di rumah.
Josiah menilai sikap istrinya memang menunjukkan kelainan dalam beberapa bulan terakhir. Selain melukai sang anak, ia juga sering kepergok berbicara sendiri. Kini Yakonina ditahan di Mapolsek Sirimau, Ambon, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.(WIL/AYB)

Sadis! Gila! Ga punya akal sehat!  Bisa-bisanya ngambil tindakan kaya gitu! Kalo emang anaknya suka ngompol dan ibunya ngerasa kerepotan ya diajarin toilet training donk! Kalopun tetep ngerasa kerepotan juga ya udah beliin aja diaper, problem solved! Ga perlu sampe berbuat yang aneh-aneh kaya gitu Buuuuu… MasyaAllah! Hiks…

2. Bayi 5 bulan dianiaya hingga patah tulang lengan dan kaki

Ini lebih parah lagi, bayi blom bisa ngapa-ngapain malah disiksa sampe patah tulang, otaknya dimana Buuuuuu?! Kalo ga bisa membesarkan anak ya ga usah bikin donk! Ga semua orang dikaruniai amanah seperti itu! Banyak orang yang rela mengeluarkan ratusan juta rupiah hanya demi mendapatkan seorang bayi mungil seperti yang Ibu aniaya tersebut! Innalillah…

Malang nian nasib Feri. Bayi yang baru berusia lima bulan itu mengalami patah tulang tangan dan kaki. Tak hanya itu saja, dia juga menderita gegar otak setelah dianiaya ibu kandungnya sendiri.
“Tangan dan kakinya patah. Kepalanya juga gegar otak, karena sering jatuh. Gak tahu karena jatuh sendiri atau dijatuhin ibunya,” ujar Yatmina, tetangga korban, kepada okezone di RSUD Koja, Jakarta, Minggu (6/6/2010).
Feri kini harus dirawat intensif di ruang Poli Anak di lantai IV. Belasan orang pun menjenguknya karena merasa iba. “Kata dokter sih bisa sembuh, tapi butuh waktu lama,” ungkap perempuan yang membawa Feri ke RS itu.
Feri dilarikan ke rumah sakit pada Jumat pagi, setelah disiksa ibunya sendiri. Setelah melakukan penyiksaan, ibu Feri, Yani, menyerahkan begitu saja anaknya kepada tetangganya. Mengetahui kondisi Feri kritis, para tetangga langsung membawanya ke rumah sakit.
“Tahunya saya, kok anak itu tangannya bengkok, lalu kami bawa ke RS dan ternyata patah tulang,” ujarnya.
Yani kini ditahan di Mapolres Jakarta Utara. Kuat dugaan dia stres setelah ditinggal pergi suaminya, karena sering melamun dan tertawa sendiri. Dia pun lantas melampiaskan kekesal kepada suaminya dengan menganiaya anak-kandungnya.
Sementara itu, anak kedua Yani, Icha (5), kini berada dalam perawatan warga Kampung Kebon Bayem RT 10/08, Papanggo, Jakarta Utara. “Icha juga kerap dianiaya oleh ibunya,” tandas Yatmina.(ful)

3. Bayi tewas diperebutkan dua neneknya

Speechless saya.. Sayang sih sayang Nek, tapi kan ga perlu rebutan seperti ini. Hiks.. Ga bisa bayangin bayi umur dua bulan diperebutkan ditarik-tarik sekuat tenaga oleh dua orang dewasa >.<

PURWAKARTA (Pos Kota) – Nasib nahas menimpa bayi berusia dua bulan, Dika Rojak Pratama. Putra semata wayang pasangan suami istri Ridwan, 20, dan Sri Susanti, 16, warga Bojong, Purwakarta,Jawa Barat tewas diduga usai jadi rebutan kedua neneknya hingga mengalami luka serius. Balita itu meninggal dunia dalam perawat tim medis RSUD Bayu Asih, Purwakarta, Jumat (11/6).

Diperoleh keterangan, meninggalnya balita tersebut dipicu pertengkaran kedua neneknya di rumah ibunya Sri, yaitu Ny Ade Yati, 45  Kampung Sumbersari Rt 13/06, Desa Bojong Barat, Kecamatan Bojong, Purwakarta.

Konon pertengkaran antara kedua nenek itu berawal ketika Dika bersama ibunya, Sri Susanti pulang dari tempat tinggal suaminya di Sumedang ke Desa Bojong Barat, Purwakarta.

Ny Sri anak balitanya itu tiba di rumah neneknya di Bojong, Kamis (10/6) . Selang beberapa jam kemudian, Ridwan ditemani ibunya,Ny Siti Mintarsih dari Sumedang menyusul ke Kampung mantunya di Bojong.

Kepergian Sri beserta anaknya dari Sumedang ke Purwakarta diduga karena tidak betah tinggal di rumah nenek dari bapaknya di Sumedang.

Singkat cerita, setibanya di Bojong, Purwakarta, nenek Dika dari bapaknya, Sri Mintarsih kemudian menggendong bocah itu lantaran kangen.

Rupanya kepergian Sri dari Sumedang tanpa ijin dari suaminya sehingga terjadilah pertengkaran hebat antara pasutri tersebut.

Melihat anak dan menantunya bertengkar, Sri Mintarsih kemudian berinisiatif menggendong cucunya, Dika yang tengah tertidur di sofa. Namun rupanya, tindakan Sri Mintarsih tidak diterima oleh nenek dari ibunya, Ny Ade Yati yang seketika itu berusaha merebut Dika.

Akhirnya kedua nenek itu terlibat tarik-menarik memperebutkan cucunya, hingga mengakibatkan hal yang tidak diinginkan.

Tanpa disadari dengan mengerahkan sekuat tenaganya akibatnya, bayi mungil itu mengalami pendarahan di mulut dan hidung.

Menyadari apa yang mereka lakukan, kedua nenek itu kemudian terhenyak dan kaget. Saat itu juga, kedua orang tua Dika segera membawa anaknya ke Klinik Jatimulya di Kecamatan Bojong. Oleh tenaga medis dirujuk ke RS Bayu Asih Purwakarta.

Namun nasib berkehendak lain. Diduga luka dialami balita ini cukup serius, Dika akhirnya menghembuskan nafas yang terakhir.

Kapolres Purwakarta AKBP Heri Suseno melalui Kapolsek Bojong, AKP Budiharto membenarkan pihaknya sedang menangani kasus itu.

Budiharto menyebutkan, pihaknya telah menetapkan Ny Sri dan Ny Ade Yati sebagai tersangka. “Akibat perbuatan kedua neneknya itu, Dika yang merupakan cucuk mereka telah menjadi korban,” jelasnya.(dadan/B)

Hiks.. Kasihan mereka! Semoga para jiwa tak berdosa itu menemukan kedamaian di surga sana, Amiiin…

Gift from God

4 thoughts on “Para Orang Tua yang GILA!

  1. mungkin, si Ibu memang jiwanya sudah tidak sehat… tapi bisa aja itu karena pengaruh lingkungan dan ekonomi juga. tiba2 terbatasi, capek, gugup, sedih, clueless jadi satu. aku gak pernah ngerasa jiwaku serapuh pas hari2 awal asa di dunia, dan itu diperburuk komen-komen gak penting dari kiri kanan … babyblue kadang bs parah juga …

    so, diriku berusaha ati2 aja sama Ibu baru … jaga kata2 dan tindakan di depan mereka .. dibantu semampunya, bukannya malah dijatuhkan mentalnya (loh kok malah curhat ?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s