I Wish..

Beberapa hari sebelum kepergian Budhe, saya sudah mencari informasi kesana-kemari tentang ART yang mau menjaga Mahes selama saya tinggal ngantor dari pukul 05.30 WIB hingga saya tiba di rumah kembali sebab pengasuh Mahes pengganti Budhe baru akan tiba di Jakarta hari Rabu depan, sehingga Senin-Rabu mau tidak mau harus ada yang njaga Mahes. Namun entah emang lagi apes atau emang ga lagi musim, hingga saat ini saya belum berhasil menemukannya. Setelah berusaha menambah kerutan otak saya supaya mampu mencari jalan keluar atas pencarian ART setengah hari ini akhirnya saya menyimpulkan beberapa alternatif :

  • Minta tolong ma Mbak Yati (yang dulu bantuin nyuci nyetrika sebelum ada Mahes). Ternyata dia gak bisa karena ada tanggungan di tempat lain, bisanya hanya siang sampe sore, lah kalo gitu gimana sarapan paginya Mahes???
  • Minta tolong Mbak Kas (yang dulu bantuin ngasuh Mahes setangah hari sebelum ada Budhe) ternyata beliau dah kerja di tempat lain😦
  • Minta tolong Mbak Tarni (yang biasa mijet Mahes tiap bulannya). Tadi dah nelpon ternyata beliau sedang pulkam ke Solo dan baru tiba di Jakarta Senin depan dan itupun belum ada kepastian apakah bisa membantu atau nggak, saya diminta menelepon kembali hari Seninnya
  • Minta tolong ke orang lain melalui perantara tukang sayur langganan kami. Yang ini belum saya tindak lanjuti sebab baru kepikiran🙂
  • Mahes dibawa ke kantor, pagi-siang dengan saya, siang-sore dengan ayahnya. Hmmm..bisa ga ya?! Sebab hingga saat ini saya masih belum bisa membayangkan mbawa Mahes ke tempat kerja dan di jam kerja. Gimana nasib kabel-kabel LAN dan kertas-kertas arsip itu?! Gimana cara saya supaya dia bisa duduk anteng?! Coba aja bayangin sejak selese mandi sore pukul 17.00 WIB  hingga pukul 19.00 WIB Mahes sama sekali tidak diam barang sedetikpun! Seriously! Saya heran ni anak kelebihan hormon apa sih sebenernya koq bisa beraktifitas segitu nonstopnya?! Pfiuhhhh.. Tapi ini adalah solusi terakhir yang akan saya ambil. Untungnya si ayah sedang dalam masa pembuatan skripsi sehingga waktunya benar-benar longgar, maaf ya Yah!🙂

Seandainya saya seorang ibu rumah tangga sepenuhnya, saya rasa saya tidak akan pernah mengalami kebingungan seperti itu, hiks..😦

I wish i could be with my son all the time😦

3 thoughts on “I Wish..

  1. hiks…hiks…aku ikut empati ka…
    kenapa ya kadang terasa berat bgt punya aktivitas sampingan sebagai ibu pekerjaa…
    kasihan anak-anak kita….

  2. Yah… resiko ibu bekerja, saya juga membawa anak saya tiap hari ke kantor.
    Jadi bu RT enak kali ya…😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s