Kotor Itu Sehat

Siang tadi saya menjenguk putri salah seorang sahabat, sebut saja Mbak Bunga, yang sedang opname di salah satu rumah sakit swasta di kawasan Jakarta Selatan. Mbak Bunga ini ternyata menderita tipus setelah sebelumnya menderita demam yang tak kunjung reda selama 5 hari berturut-turut yang berujung pada perawatan intensif yang harus diterimanya di rumah sakit. Sebenarnya saya sudah cukup “kenyang” melihat anak kecil sakit dan dirawat di rumah sakit, bahkan Mahes pun pernah mengalaminya, tapi hal itu tidak membuat saya lantas tega melihat Mbak Bunga dalam kondisi tangan kanannya terpasang infus, nyeri saya ngeliatnya, ga tega melihat anak sekecil itu sudah harus ditusuk jarum yang begitu panjang yang bahkan orang dewasa pun pasti meringis ketika jarum tersebut ditusukkan, apalagi untuk anak yang baru berumur dua tahun, masya Allah.. saya ga bisa bayangin gimana sakitnya dan gimana hancurnya hati si ibu begitu melihat anaknya menangis karena harus ditusuk jarum infus hiks..😦 Belum lagi jika si anak rewel, ga mau makan, menarik-narik selang infusnya, hadeeeeh.. nyerah saya, sepertinya level kesabaran saya belum mencukupi jika saya harus mengalaminya (dan semoga tidak pernah mengalami).

Saat kunjungan tersebut, ibu Mbak Bunga berpesan kepada saya supaya menjaga kesehatan Mahes baik-baik, jaga kebersihan, cuci tangan sebelum makan, dan sejenisnya sebab si tipus ini disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi yang terdapat di makanan/minuman. Hmmm..ingatan saya langsung flashback ke kejadian tadi pagi. Jadi pagi tadi ketika saya menyuapi Mahes, seperti biasa suapan pertama hingga kelima berjalan lancar, setelah menginjak ke suapan selanjutnya, barulah pangeran kecil saya ini berulah. Mangkok makan sekaligus sendoknya dia ambil dari tangan saya, saya tidak mencegahnya sejak peristiwa jatuhnya Mahes saya trauma jika kejadian yang sama harus terjadi kembali. Berpindahlah mangkok dan sendok tersebut ke tangan Mahes kemudian diletakkannya di tanah dan mulailah dia “makan” dengan gayanya (baca: diaduk-aduk hingga berceceran sambil sesekali disuapkan ke saya) hingga beberapa saat kemudian jatuhlah sendok beserta 3 bulir nasi ke tanah. Seperti yang telah saya duga sebelumnya bahwa sendok yang telah kotor itu pasti akan digunakannya untuk kembali menyendok nasi di mangkok makannya, untuk mengantisipasi hal tersebut saya coba menjelaskan ke Mahes bahwa sendok tersebut telah kotor dan tidak dapat dipergunakan lagi, ternyata dia histeris! OK, daripada Mahes melancarkan aksi GTM akibat perebutan sendok itu, akhirnya saya menyerah, saya kembalikan sendoknya ke Mahes untuk dapat dia pergunakan sesuka hatinya. Saya menghibur diri saya sendiri, gapapalh hanya sebutir dua butir tanah ini, itung-itung tambahan mineral😀 Namun ternyata bukan hanya sendoknya saja yang kembali dimasukkan ke mangkok, tapi juga 3 bulir nasi tadi! Aaaaaaaaa..tidaaaaak! Jorok sih jorok Dek, tapi kalo dah kaya gitu ya kebangetaaaan!😦 Dan ternyata pemenangnya adalah Mahes, dia berhasil meluluhkan hati saya untuk membiarkannya melakukan hal itu😦

Sejak Mahes lahir memang saya sengaja membiarkannya “sedikit kotor”. Saya biarkan dia menggigit-gigit remote televisi yang sedikit berdebu, saya biarkan dia berbasah-basah main genangan bekas air hujan, saya biarkan dia sedikit “makan” tisu ataupun kertas koran, saya biarkan tangan mungilnya mencabuti rumput di taman dan kemudian mengaduk-aduk tanahnya. Bukan karena adanya uji klinis atau penelitian intensif tentang hal tersebut, namun saya meyakini bahwa seorang anak yang sengaja dibiarkan sedikit kotor akan “lebih kuat” pencernaannya karena dia telah terbiasa dengan sesuatu yang kotor tadi, sehingga tubuhnya telah memiliki antibodi terhadap segala yang menyeramkan di balik kata “kotor” tersebut, hahaha.. pemikiran asal memang!😉 Jadi saya tidak menyalahkan Anda jika Anda menganggap saya ibu yang tega, jorok, atau sejenisnya, kembali saya tegaskan bahwa hal itu saya lakukan atas dasar keyakinan saya sendiri yang alhamdulillah memang hingga saat ini Mahes belum pernah mengalami masalah serius dengan pencernaannya. Kalaupun dia diare atau batuk pilek, hal itu hanya dialaminya ketika ada faktor pencetus seperti ditulari orang terdekat atau memang ketika dia sedang mengalami tumbuh gigi dan sejenisnya. Oya, saya pernah baca suatu artikel yang saya lupa sumbernya bahwa seorang anak yang terlalu “higienis” seperti yang sedang marak diiklankan di tivi (baca : sabun kesehatan, cairan antiseptik) malah akan lebih rentan terhadap penyakit sebab bakteri-bakteri baik yang bermanfaat bagi tubuhnya telah dibunuh oleh produk-produk antiseptik tersebut. Oke, untuk kasus tertentu seperti luka (baret/beret kalo orang Jawa bilang) mungkin bisa dioleskan cairan antiseptik tersebut demi menghindari terjadinya infeksi, tapi kalo sudah sampai tahap dimana si anak itu harus mandi dengan air yang telah dilarutkan cairan antiseptik itu dah kebangetan bagi saya. Udahlaaah..biarkan si kuman itu mati dengan sendirinya secara alami, ga perlu booster kaya gitu, toh nanti malah kita yang dirugikan!

Hmm..Sekali lagi saya tegaskan bahwa tulisan ini hanya pendapat pribadi saya, jadi Anda tidak bisa menyalahkan saya bahkan menjerat saya dengan UU ITE sekalipun🙂 Dan buat Mbak Bunga, get well soon ya! Makan yang banyak dan jangan rewel, kasian Umi kecapekan tuh!

P.S. Berarti hari ini Mahes dah makan dua hal “kotor” donk, sendok kotor plus 3 bulir nasi kotor😉 Yang sehat ya Nak!

4 thoughts on “Kotor Itu Sehat

  1. Sejak Khonsa pernah panas tinggi sampe 40 derajat dan dokter bilang ada infeksi virus, kami memang lebih care soale kebersihan, at least cuci tangan,😀
    Soale dia suka ngemplok macem2, termasuk remah2 kue yg udah di lantai, haha

  2. seharusnya aku juga lebih care soal hal ini, soalnya perut-nya Asa sensitif kek ortu-nya. tapi ngelarang bayi makan daun itu ternyata sulit ya bund ..😦 serba salah juga kadang-kadang …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s