Bagai Pocong Merindukan Kemenyan

Kita pasti punya berbagai macam keinginan, terlebih di masa kecil kita, entah itu mainan, pakaian, atau mungkin hadiah-hadiah kejutan. Jika Anda dibesarkan di keluarga berada mungkin segala keinginan itu dapat dengan mudah terpenuhi. Saya juga punya berbagai macam keinginan, namun hingga saya berganti status dari anak kemudian istri hingga sekarang menjadi ibu, ada beberapa keinginan masa kecil saya yang belum terpenuhi. Beberapa diantaranya adalah :

1. Celana monyet a.k.a. baju kodok

Saya ga tau persis nama pakaian ini apa, tapi orang-orang nyebutnya celana monyet atau baju kodok. Awal mula saya mupeng dengan pakaian ini ketika saya diajak Bapak ke pasar induk di dekat rumah untuk membeli baju baru untuk dikenakan ketika hari raya Idul Fitri. Nah si baju monyet yang saat itu tergantung di display toko langsung merebut perhatian saya, otomatis saya bilang ke Bapak untuk membelikan baju itu. Namun entah apa alasan persisnya saya lupa, yang jelas saat itu saya tidak bisa mendapatkan baju tersebut dan kemudian dijanjikan untuk dibelikan di kemudian hari. Setiap saat saya tanya Bapak kapan akan membelikan baju itu, tiap saat itu juga Bapak menjawab “besok-besok” hingga kemudian saking bosennya saya nanya ke Bapak membuat saya “lupa” kalo saya pernah menginginkan si baju monyet dengan sangat.

2. Helm khusus anak

Saya pengen helm ini setelah melihat teman sepermainan saya memakainya ketika dia diajak keluar oleh ayahnya. Keinginan saya semakin kuat setelah keesokan harinya saya melihat helm itu bertengger dengan manisnya dipajang di atas lemari mainan di rumah tetangga saya tersebut. Kembali saya mengutarakan keinginan saya tersebut kepada Bapak dan mungkin karena kondisi keuangan yang tidak memungkinkan ditambah dengan semakin besarnya saya sehingga tidak pantas lagi untuk memakai helm itu, akhirnya saya kembali “lupa” bahwa saya pernah memiliki keinginan tersebut.

3. Fried chicken made in Mc Don**d’s

Demam restoran cepat saji melanda kota tempat saya bersekolah! Setiap hari topik yang dibicarakan adalah lezatnya rasa si ayam goring plus serunya makan bersama keluarga. Bahkan ada seorang teman yang sengaja membawa satu sachet saus tomat sebagai bukti bahwa dia sudah pernah makan di restoran tersebut, sehingga saat itu muncul suatu anggapan bahwa siapapun yang telah makan disana (minimal dah tau rasa saos tomatnya)berarti dia anak “gaul”, dan tentu saja saya merasa tersentil, dasar anak SD norak hahaha… Saya ceritakan ke Bapak mengenai tren yang sedang terjadi di SD saya tersebut, dan jawaban Bapak adalah “Mendingan beli ayam di pasar dah dapet sekilo, digoreng sendiri lebih enak” hiks.. Ica kan pengen Paaaaaaaaaaaaak… Hingga saat ini saya belum berhasil merayu Bapak untuk membelikan saya ayam goreng itu, plus saat ini Bapak menderita alergi jika makan daging ayam, semakin kecillah kemungkinannya.
Bagaimana dengan Anda?!

5 thoughts on “Bagai Pocong Merindukan Kemenyan

  1. aku disuap pake jam tangan warna pinky supaya mau masuk SMP favorit-nya bapakkuuu …

    hehe, inget bgt dulu rela nganter-nganter nasi pas lebaran demi dapat sangu bwt beli baju baru. sekarang setelah bisa mendapatkan semua keinginan jadul. kok biasa aja rasanya ya. lebih seru flashback ter-tidak penuhi-nya keinginan jaman dulu via blog ya bund ..😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s