Mahes dan Kotak Mainan

Pengen nulis hal ini setelah terinspirasi oleh tulisan Ummu Tsabita . Well, entah sudah pernah saya ceritakan sebelumnya atau belum, yang jelas kali ini saya akan bercerita seputar Mahes dan mainannya. Mainan pertama  yang dimiliki Mahes adalah sebuah music toys berbentuk kuda yang kami belikan ketika dia berumur 2 bulan. Tujuan kami yang begitu mulia -untuk merangsang indera penglihatan dan pendengarannya- ternyata tidak disambut baik oleh Mahes versi bayi 2 bulan, mainan itu hanya bertahan 3 hari untuk selanjutnya disimpan di sembarang tempat🙂 Mainan kedua adalah rattle yang bunyinya sungguh berisik, kalo saya ga salah inget sih dibeli ketika Mahes dah 5 bulan jalan, dan karena Mahes lumayan bisa megang sesuatu jadinya hati kami lumayan terpuaskan.

Seiring dengan bertambahnya usia Mahes bertambah juga mainan yang dimilikinya, ada bola, teether,mobil-mobilan, rubber duck, pasukan Rangers, de el el hingga membuat kami berpikir untuk membelikannya sebuah kotak khusus untuk mewadahi mainannya tersebut.

salah satu teether yang sekarang dah lumuten

Namun kami baru menyadari, ternyata daya tarik Mahes terhadap para mainan itu hanya sebentar saja! Setelah kami selidiki, maksimal 3 hari nasib baik menghampiri para penghuni kotak mainan itu, selebihnya hanya menjadi onggokan benda tak bernyawa di sudut ruang tamu (lebayyy..) Contoh yang paling anyar adalah handphone mainan yang sengaja kami belikan setelah kebrutalan Mahes memakan korban 3 buah hape kami. Handphone mainan itu berwarna hijau dengan gambar Ben 10 di covernya, berbentuk flip (ga jauh beda dengan milik bundanya yang sekarang telah menghadapi sakaratul maut akibat proses banting membanting yang dilakukan oleh pangeran kecilnya), mengeluarkan suara dan bercahaya. Hari pertama tutup lampu led di ujung antena langsung terlepas, well, gapapa bukan masalah besar, yang penting masih mau maen dengan hape imitasi itu. Hari kedua udah mulai lupa kalo punya hape hejo, hari ketiga mulai dibanting-banting, hari keempat kembali masuk ke kotak mainan di sudut ruangan dan kembali memainkan hape asli, hmmm… Emangnya bayi jaman sekarang dah bener-bener ga bisa diboongin ya?!

Kesimpulan kedua (emang ada kesimpulan pertama?!) yang kami peroleh dari perlakuan Mahes terhadap mainannya adalah bahwa Mahes benar-benar mudah bosan dengan mainannya. Barang-barang seperti :

  • remote televisi : dipencet-pencet dan dibanting
  • dompet ayah bunda : dikeluarin uangnya trus diberantakin
  • hape ayah bunda : senasib dengan remote
  • toples kerupuk : dijadiin drum dipukul-pukul
  • koran bekas : “dibaca” trus disobek trus dimakan
  • wadah tisu : tisunya dikeluarin trus dimakan
  • diapers : dikeluarin dari plastiknya trus dibukain satu-satu trus diberantakin
  • dan barang-barang kesehariannya yang lain

ternyata barang-barang di atas jauh LEBIH DIMINATI dibanding para mainan palsu itu! Walhasil, rumah kecil kami terlihat rapi hanya jika Mahes sedang tertidur, namun adakalanya saya males ngeberesin lagi jadinya yo tetep berantakan hahaha..

Akhirnya karena beberapa alasan di atas dan demi melihat merananya nasib para mainan itu, kami memutuskan untuk tidak lagi membelikan Mahes mainan, kecuali suatu saat terjadi keajaiban yang mengubah sifat mudah bosannya itu.

P.S. Baru saja Mahes membanting hape CDMA milik bundanya hingga terkapar di lantai kamar dan M.A.T.I. hiks..

4 thoughts on “Mahes dan Kotak Mainan

    • kalo punya mahes selain jadi walker juga jadi “kotak” persembunyiannya plus tempat dimana dia duduk untuk kemudian minta didorong-dorong maju mundur muter-muter🙂

  1. hiks..hiks…kasihan bener ya mahes nasibmu…
    masa dibilang “kebrutalan mahes memakan korban:
    mahes kan gak brutal yah nak??
    cup..cup sayang…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s