Ngantuk = Bibir Jontor

Maksudnya??? Ya itu, kalo ngantuk bisa berakibat bibir jontor. Hal itu sudah berlaku bagi Mahes, pangeran kecil saya. Saat itu kami  sedang menikmati sore nan indah di halaman depan rumah kami. Seperti sore hari lainnya di komplek, suasana saat itu diramaikan riuh rendah suara anak-anak kecil yang sedang bersepeda berlarian di depan halaman. Ada yang sedang disuapin oleh umminya, ada yang bermain skate board, ada yang bermain bola, ada juga yang cuma sekedar ikut-ikutan ngrusuhi, tidak lain tidak bukan seorang bocah yang bernama Maheswara Haidar Aydin Naufal, anak saya hahaha..

Karena banyak bocah yang sedang berkumpul, saya berinisiatif membawakan mereka agar-agar susu yang saya buat pagi harinya. Begitu nyampe halaman, langsung aja tuh wadah plus sendoknya diambil oleh precil saya. Karena khawatir dibuat mainan, akhirnya saya ambil wadah dan sendoknya untuk kemudian saya suapkan ke Mahes, ternyata oh ternyata Mahes ngambek sodara-sodara! Dia langsung melengos sambil nangis merajuk, karena kasihan melihat wajahnya yang begitu mengiba, akhirnya saya panggil dia kembali.

Mahes langsung mengambil sendok di tangan saya untuk kemudian mengubek-ubek agar-agar tersebut, daripada tumpah dan berbentuk gak karuan, akhirnya saya makan sebagian agar-agarnya, eh ternyata Mahes ngambek lagi! Langsung dia ngeloyor pergi sambil nangis, tapi kali ini apes! Ternyata saat melengos kakinya terantuk permukaan aspal yang tidak rata, bukannya berhenti dulu untuk mengembalikan keseimbangan eh malah tetep jalan sambil nangis yang jika ditambah dengan rasa kantuk yang masih menyerangnya mengakibatkan doyongnya badan Mahes, kanan..kiri..depan..belakang.. kaya dewa mabok, trus beberapa detik kemudian jatuh terduduk. Para suporter disitu dah teriak “awas..awas..awas.. “ saya yang terbiasa ga panik hanya senyum-senyum aja karena tahu bahwa mahes hanya jatuh terduduk seperti yang sering dia alami, namun hari itu berbeda, setelah pantat seksinya terjerembab di aspal, bibir manyunnya pengen ikutan nimbrung mencium aspal! Dan hasil akhirnya adalah Mahes menjerit menangis dengan bibirnya yang penuh darah.

OK, don’t be panic! Mahes langsung saya bawa ke kamar kemudian saya beri susu, saya ambil tisu, bibirnya saya bersihkan dengan alkohol 70%, namun rupanya terasa perih terbukti dengan semakin kencangnya tangisan Mahes. Meskipun tampak luar saya tenang-tenang saja, di dalam hati saya deg-degan pengen nangis sebab untuk pertama kalinya sejak lahir saya melihat Mahes berdarah seperti saat ini, plus rasa khawatir takutnya gigi Mahes ada yang tanggal, hiks.. Karena darah tetap mengalir memerahkan dot yang diisap Mahes, saya bersihkan lagi dengan tisu, masih ngalir, ambil tisu lagi dibersihin lagi, masih ngalir, begitu terus hingga ada 3 tumpuk tisu penuh darah. Akhirnya bersih juga bibir Mahes dari darah dibarengi dengan berhentinya tangisan Mahes Terlihat memar dan bengkak disana, atas saran tetangga saya olesi bibirnya dengan gula jawa yang telah dihaluskan sebelumnya. Saya ambil selendang saya gendong Mahes sebab saya lihat Mahes sudah mulai mengantuk. Hmmm.. Hari yang mendebarkan, hari dimana saya dilanda perasaan sangat bersalah, hari dimana saya khawatir yang amat sangat atas keselamatan Mahes. Smoga tak ada lagi hari seperti saat itu, sehat selalu ya Nak!

Si Ganteng

P.S. ternyata setelah dianalisis, meskipun telah tidur siang 2 kali @ 2 jam, Mahes terbangun masih dalam keadaan mengantuk yang menjadi penyebab utama terjatuhnya Mahes sore itu

8 thoughts on “Ngantuk = Bibir Jontor

  1. how are you I was luck to approach your topic in bing
    your post is superb
    I learn a lot in your theme really thanks very much
    btw the theme of you site is really terrific
    where can find it

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s