Surat untuk Dahlan Iskan

Yth. Dahlan Iskan
Direktur Utama PLN
di tempat

Saya adalah seorang ibu pekerja yang ingin sedikit curhat ke Bapak. Langsung saja ya Pak, kemarin tepatnya tanggal 5 Mei 2010 aliran listrik di komplek rumah kami di Pondok Safari Indah, Jurangmangu Barat, Tangerang Selatan, Banten, mati seluruhnya Pak.

Yang membuat saya heran adalah hanya komplek kami yang mati, sementara sekeliling komplek kami terang benderang, bahkan rumah yang terletak di belakang rumah saya yang hanya dipisahkan dinding tembok setebal 20cm pun berpesta pora penuh cahaya Pak, hanya karena rumah itu terletak di komplek lain yang berbatasan langsung dengan komplek kami, kok bisa ya Pak?!

Listrik mati sejak pukul 14.00 WIB hingga 04.30 WIB keesokan harinya, Pak. Anak saya kegerahan tidak bisa tidur, hingga akhirnya kami bertiga (saya,anak, dan suami saya) tidur dengan menggelar kasur tipis di ruang tamu. Saya jadi seperti tukang sate merangkap penjaga malam Pak, sebab hingga pukul 00.00 WIB saya masih terjaga demi melihat anak saya dapat tidur dengan pulas.

Sebelumnya pada pukul 21.00 WIB saya menghubungi layanan pengaduan PLN dengan nomor pengaduan 9547 untuk menanyakan penyebab pemutusan aliran listrik tersebut. Oleh sang operator dijawab bahwa terdapat perbaikan gardu listrik untuk jalur Bintaro-Petukangan, rencana awal bahwa perbaikan akan rampung sebelum pukul 18.00 WIB namun ternyata ada hambatan sehingga diusahakan sebelum tengah malam listrik dapat kembali menyala.

Ada sedikit asa ketika mendengar penuturan sang operator tersebut. Ada secuil harapan bahwa hanya perlu sedikit bersabar paling lama sekitar 4 jam menanggung “penderitaan” ini.  Namun hingga adzan Subuh berkumandang, lampu belum juga menyala Pak, semakin resah saja saya memikirkan rutinitas pagi kami seperti memasak, mencuci baju, memandikan anak, yang terancam tidak dapat dilaksanakan akibat persediaan air yang menipis. Namun sepertinya Allah masih menyayangi saya, akhirnya pukul 04.40 WIB lampu itu menyala juga, langsung saya hidupkan pendingin ruangan kemudian membangunkan suami saya dan memindah anak saya ke kamar tidur Pak, alhamdulillah anak saya masih diberi kesempatan untuk tidur nyenyak meskipun hanya 1 jam.

Saya tahu Pak Dahlan bukanlah orang yang menangani langsung masalah pelistrikan ini, tapi saya tahu Bapak punya kuasa atas tombol ON-OFFnya listrik di rumah-rumah kami.

Saya mohon Pak, tolong diminimalkan pemadaman listrik ini, tak perlu mengasihani saya, namun kasihanilah anak saya yang masih berumur 15 bulan itu Pak. Kasihani nasib seorang Ibu yang hanya tersenyum pahit menghadapi pemadaman listrik sejak pukul 14.30 WIB hingga pukul 09.00 WIB keesokan harinya padahal anak-anaknya sedang menghadapi UASBN. Kasihani pula nasib seorang Ibu lain di Timor sana yang kelimpungan mengasuh anaknya yang baru berumur 5 bulan akibat pemadaman listrik yang terjadi hampir TIAP HARI.

Saya mohon kebijakan Pak Dahlan, bukan..bukan kebijaksanaan Pak, tapi KEBIJAKAN. Peristiwa di atas hanya segelintir contoh akibat pemadaman listrik yang dilakukan oleh institusi yang sedang Bapak pimpin saat ini. Semoga laba 100 T yang sempat saya baca di salah satu portal berita beberapa hari yang lalu dapat semakin meningkatkan kinerja unit Bapak.

Terima kasih atas kesediaan Bapak membaca surat ini, semoga segera mendapat follow up yang bijak dari Bapak

Salam
Seorang ibu pekerja

5 thoughts on “Surat untuk Dahlan Iskan

  1. huhuhuhu,,,
    sedih akuuuuu…
    teringat kemarin listrik mati “cuma” sejam, aisyah udah rewel…
    gmn kalo stengah hari gitu… T_T

  2. disini PAMnya yang mati…
    tapi sudah OK sih
    semalem uda nyala
    after two days without water ;))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s