Delivering Maheswara Haidar Aydin Naufal (2)

Kelanjutan dari cerita sebelumnya namun kali ini saya akan bercerita ketika Mahes didiagnosa menderita kuning (jaundice).

Tempat Praktik Dokter

Ketika jadwal kontrol pertama kali ke dokter spesialis anak (untuk selanjutnya akan disingkat menjadi DSA) waktu Mahes masih berusia 7 hari . Registrasi, nimbang berat badan (turun 1 ons jadi 3.05 kg), nunggu antrian, semua berjalan dengan baik, sama sekali ga ada firasat apapun. Mahes dipanggil, masuklah kami ke ruang periksa. Saya langsung ditegur sama DSA karena Mahes make gurita, sesuatu yang sangat dilarang oleh para DSA. Tiba-tiba si dokter bertanya kepada saya mengenai kondisi kulit Mahes yang menguning. Saya yang tidak tahu menahu hanya bisa melongo dan kaget mendengar diagnosa dokter yang menyatakan bahwa kemungkinan besar Mahes terkena jaundice. Langkah selanjutnya adalah menunggu surat rekomendasi dari dokter untuk melakukan tes darah terhadap Mahes, saya hanya bisa iya-iya sambil menangis di dalam hati membayangkan Mahes yang masih kecil dan rapuh harus disedot darahnya, hiks..😦

Laboratorium Sejahtera

Menyerahkan rekomendasi DSA, diminta menunggu di ruang tunggu. Giliran Mahes tiba, saya yang didampingi Bulik saya masuk ke ruang ambil darah. Mahes ditidurkan, sebelum darahnya diambil si petugas lab bilang ke saya kalo ga tega nunggu di luar aja, biar Bulik saya yang megangin Mahes. Saya keluar berusaha nutup telinga. Terdengar jeritan Mahes yang mampu meluluhlantakkan rasa keibuan saya, saya menangis.. Lima menit kemudian Mahes digendong oleh Bulik saya keluar ruangan, dan Mahes langsung diserahkan ke saya untuk diberi ASI. Sembari memberi ASI kepada Mahes, saya menangis sambil mengelus siku kirinya yang kurus dan terbalut kapas, setitik darah terlihat mermbes keluar, semakin membanjirlah airmata saya. Sambil menunggu hasil lab keluar, saya googling kadar bilirubin normal, disana disebutkan bahwa batas normal atas adalah 10 mg/dl. Hasil tes keluar, ternyata hasilnya 17 mg/dl , hati saya hancur, karena itu berarti kemungkinan besar Mahes harus diopname untuk terapi sinar.

Tempat Praktik Dokter

Langsung ngeloyor masuk ke ruang praktik DSA karena dah ga ada pasien, ditanyain mo RSUD apa RSAB, saya pilih RSAB tempat saya dirawat kemaren. Diberi surat rujukan, langsung meluncur ke Te Ka Pe. Untungnya malam itu pake mobil Bulik saya, jadinya resiko masuk angin menimpa Mahes dapat diminimalkan. Dalam perjalanan menuju RSAB nelpon bapak ma ayah ngabari bahwa Mahes harus diopname. Bapak saya minta untuk segera menyusul ke RSAB, sementara ayah yang ada di Jakarta hanya bisa menguatkan saya dan bilang kalo emang itu yang terbaik buat Mahes knapa nggak, plus pesan supaya jangan terlalu bersedih.

RSAB Siti Fatimah

Sesampai di RSAB ternyata bapak belum nyampe. Langsung ke Front Desk dan ngasih surat rujukan DSA ke perawat. Mahes langsung dibawa ke ruang tindakan. Kemudian saya diminta mengisi formulir mengenai administrasi de el el.

Inilah yang saya suka dari RSAB ini. Berbeda dengan RSUD yang pada umumnya keluarga pasien diminta untuk memberi deposit terlebih dahulu tanpa melihat kondisi pasien yang meregang nyawa, tidak untuk RSAB ini. Pasien langsung dibawa ke ruang tindakan, setelah itu keluarga pasien diminta menandatangani formulir siapa yang akan bertanggungjawab terhadap pembayaran biaya perawatan TANPA HARUS MEMBAYAR DEPOSIT TERLEBIH DAHULU, dengan kata lain segala biaya dibayar di belakang setelah perawatan paripurna.

Kembali ke Mahes, saya bilang ke perawat pokoknya saya mau kamar dan obat terbaik buat anak saya, terserah berapa biayanya, yang penting anak saya segera sembuh. Si mbak perawat bilang bahwa untuk kasus jaundice ini obatnya sama dari kelas 3 sampe VVIP, yang beda perawatannya aja. Oya, ternyata saya ga bisa menunggui Mahes atau menengoknya sewaktu-waktu selama masa pengobatan, satu fakta yang membuat saya semakin sedih. Bapak datang membawa pakaian untuk Mahes dan saya, mungkin dikiranya saya ikut opname disana. Setelah segala sesuatunya beres, saya pulang dengan membawa baju Mahes yang ternyata ga kepake karena selama masa pengobatan Mahes hanya dipakein diaper. Oleh perawat saya diminta untuk rajin-rajin ngirim ASI ke RS (saat itu saya bawa 2 botol ASIP yang sedianya untuk bekal kalo-kalo Mahes haus pas di tempat praktik DSA) dan saya akan dihubungi via telepon jika Mahes sudah bisa dibawa pulang.

Di Rumah

Hahaha.. Nasib cucu pertama ternyata begitu nyampe rumah dah banyak yang nungguin, ada yang mengkhawatirkan kondisi saya yang masih sangat labil pasca persalinan, namun lebih banyak yang khawatir ke kondisi Mahes (ya iyyalah!). Masuk kamar, perah ASI, simpan di lemari es. Keesokan harinya saya minta tolong ke salah satu kerabat untuk mengantar ASIP ke RSAB. Sebenarnya saya sendiri yang ingin mengantarkan ASIP tersebut sambil nanya kondisi Mahes, ternyata dilarang habis-habisan oleh keluarga mengingat luka operasi saya yang belum sembuh total.

Pengiriman ASIP dilakukan minimal 2 kali sehari, hari kedua perawat berpesan ke bapak yang saat itu nganter ASIP untuk menghentikan pengiriman ASIP sebab di RS masih banyak stok yang saya kirim hari sebelumnya.

Hari ketiga Mahes dirawat saya ditelpon oleh pihak RSAB mengabarkan bahwa Mahes sudah diperbolehkan pulang plus supaya saya membawa pakaian untuk Mahes. Saya langsung menghubungi Bulik saya untuk mengantarkan saya menjemput Mahes.

RSAB Siti Fatimah

Begitu nyampe RSAB, langsung ke bagian perinatologi sembari menyerahkan baju Mahes. Setelah membereskan urusan administrasi dan keuangan akhirnya saya dapat kembali melihat wajah pangeran kecil saya. Welcome home, sweetheart!πŸ™‚

Raja Besar yang Pemberani, Cerdas, Dermawan dan Tampan

13 thoughts on “Delivering Maheswara Haidar Aydin Naufal (2)

  1. Tulisan yg bgs bun, enak di bc n nggarai aku pngen due anak pisan. Hohoho
    smga km sekeluarga ttp sehat ya

  2. πŸ˜€

    panjang story-nyah
    alhamdulillah liat mahes skrg yg amat sangat agresif (haha, kelingan video vs fathin itu)πŸ™‚
    sehat selalu buat Mahes
    bunda-ayahnya juga

    kapan Mahes punya adek?

    **ngaburr**

  3. hiks…hiks…kasihan ya cerita little mahes…
    semoga kita2 sehat selalu ya mahes…
    ojo sampe opname lagi….

  4. Just want to say what a great blog you got here!
    I’ve been around for quite a lot of time, but finally decided to show my appreciation of your work!

    Thumbs up, and keep it going!

    Cheers
    Christian, iwspo.net

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s