Mahes 15 Bulan

1. Bisa minum dengan straw cup

Diawali dengan suatu ketidaksengajaan ketika kami bertiga sedang makan bubur ayam. Saat itu ayahnya kepedesan dan kemudian mangambil segelas air mineral dalam kemasan plus sedotannya. Mahes langsung tertarik dan setelah sebelumnya saya minum dan hanya menyisakan sedikit, akhirnya sisa air mineral itu saya berikan ke Mahes. Saya kaget ketika Mahes tersedak, ternyata dia berhasil minum pake sedotan! Give applaus!😉 Akhirnya setelah sekian lama melatihnya minum pake sedotan, dan sempat disalahartikan dengan meniup bukan menyedot, start from yesterday he did it!🙂  Sesampai di rumah langsung saya beri dia susu pake straw cup yang saya beli di jeung Rina, tambah pintar saja dia!

2. Susunya ganti susu UHT

Dilatarbelakangi kekhawatiran saya bahwa Mahes akan mengalami gangguan pada pertumbuhan giginya, akhirnya saya berinisiatif untuk kembali memberinya susu UHT setelah sebelumnya pernah dicoba namun dihentikan karena mengalami diare. Alhamdulillah so far so good, samapi hari ini dia sudah menghabiskan 2 box susu Ult*a @ 1 liter. Yang sehat ya nak!

3. Gundul untuk kedua kalinya

Sebagaimana telah saya ceritakan sebelumnya, akhirnya Mahes digundul untuk kedua kalinya setelah mendapat persetujuan dari si ayah. Karena Mahes digundul baru semalam dan ketika tadi pagi saya berangkat kerja dia belum bangun, saya belum tahu gimana reaksinya atas perubahan di rambutnya.

4. Semakin agresif

Bisa dilihat secara kasat mata melalui perlakuan Mahes ke si bunda yang biasa dipanggilnya “ndaaa”. Ga jarang bundanya dipukul, digigit, dilempar dengan barang apapun yang ada di dekatnya. Tapi anehnya, dia ga berani melakukan hal yang sama ke ayahnya. Lain lagi kalo masalah cium mencium, Mahes lebih memilih bunda daripada ayah, apa karena bunda lebih wangi ya?! Hahaha…

5. Perutnya makin gendut

Like father like son. Mungkin itu istilah yang sesuai dengan poin ini. Gemuknya Mahes sama seperti ayahnya, ga rata, hanya keliatan di perutnya yang buncit (tapi bukan cacingan lho!), jadinya kalo pake diaper/celana pasti di bawah pusarnya, meskipun dah make yang XL.

6. Sudah bisa menaiki meja dapur

Budhe pernah kaget ketika Mahes tiba-tiba dah berada di atas meja dapur yang tingginya sekitar 30 cm dengan wajah cengengesan tanpa rasa takut sedikitpun. Begitu juga suatu pagi ketika Mahes pipis dan budhe sedang ngambil celana ganti, begitu keluar lagi ternyata Mahes dah naik ke dinding pembatas rumah dengan posisi duduk santai seperti sedang naik sepeda, pfiuhhh… untung aja ga jatuh nak!

7. Sudah mampu menggapai knop kompor gas

Biasanya hal ini dilakukan jika disambi bersih-bersih di dapur sama budhe, suatu hal yang paling saya larang jika sedang mengasuh Mahes. Lengah sedikit Mahes dah muter-muter tuh knop kompor, untungnya cepet ketahuan :hammer

8. Setiap bundanya pulang dari kantor, disambut dengan tangan menengadah meminta oleh-oleh

Salah satu kebiasaan barunya, saya lupa sejak kapan. Tiap kali saya pulang dan mengetok pintu, disambut dengan senyuman Mahes dan diikuti gerakan tangan menengadah meminta oleh-oleh. Biasanya saya beri tas tempat bekal makanan atau jika sedang tidak bawa bekal saya beri dia tas kerja saya. Pernah sekali saya langsung membawa tas saya ke kamar, dan hasilnya Mahes nangis kejer, hehe.. Maaf ya dek!

9. Kosa kata semakin jelas

pinjem sepeda tetangga

Kosa katanya semakin banyak dan jelas, contoh :

  • Jatuh             : jatooh, kakooh
  • Sini                 : nini
  • Kemana       : mana
  • Sana              : nana
  • Bunda           : ndaaa
  • Ayah              : yayah
  • Bobok           : bobo
  • Minum         : mimim, meme
  • Makan          : mamam

3 thoughts on “Mahes 15 Bulan

  1. mau tanya nih mbk,mahes usia berapa bisa berjalan?cerita donk bagaimana latihannya.andika udh hampir 15bulan masih takut berjalan jauh,paling banyak cuma dapat 7langkah,abis tu langsung duduk ato malah asik merangkak:-).saya tunggu ceritanya

    • Mahes bisa bener-bener jalan sendiri sejak umur 14 bulan.

      Seharusnya dia dah bisa jalan lebih awal, tapi kayanya sama dengan Andhika, dia takut jalan jauh.

      Apalagi kalo “disuruh” jalan, lebih ga mau lagi dia.

      Sebaliknya, kalo dalam kondisi “ga nyadar” dia bisa jalan lumayan jauh.

      Akhirnya dia jalan dengan sendirinya😀

      Saran saya sih, selain sering diajak “tetah” juga jangan terlalu sering meminta Andhika untuk berjalan, biarkan dia bereksplorasi sesuai kemampuannya.

      Salam buat Andhika ya!😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s