Jika Remunerasi Dihapus

Liputan6.com, Surabaya: Panitia Kerja Perpajakan DPR menyatakan penghentian remunerasi untuk pegawai pajak sudah final. “Sudah diputuskan, remunerasi untuk pegawai pajak harus dihentikan. Keputusan ini sudah final, meskipun kami sampai sekarang masih bekerja,” kata Wakil Ketua Komisi XI DPR, Achsanul Kosasih, di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (4/5).

Ia menilai, remunerasi itu tidak pantas diberikan kepada pejabat atau pegawai perpajakan, menyusul semakin banyaknya kasus-kasus mafia perpajakan yang melibatkan pejabat dan pegawai pajak. “Remunerasi itu diberikan sebagai reward (penghargaan) atas profesionalisme. Tapi ternyata kasus korupsi dan mafia pajak masih marak terjadi,” katanya.

Achsanul menganggap, percuma remunerasi diberikan, akan tetapi mental dan perilaku pejabat dan pegawai pajak bobrok, sehingga korupsi dan kejahatan perpajakan terus terjadi. “Panja ini nanti bisa memberikan rekomendasi terhadap Menteri Keuangan, termasuk sanksi dan teguran. Panja ini forum tertinggi di Komisi XI,” ucap anggota Fraksi Partai Demokrat itu.(ADO/Ant)

sumber www.liputan6.com

Tanggapan saya hanya satu : Jika remunerasi benar-benar dihapuskan, saya akan menjual kembali rumah kreditan saya

lunas tahun 2025


19 thoughts on “Jika Remunerasi Dihapus

  1. Gak adil kalo sampe dicabut. Gak mikir yah, yang ngegaji anggota DPR itu uangnya darimana ? Dagang kain? Gak lah, hampir seluruh APBN pajak yang nanggung. Kalo mo adil, hapus semua tunjangan, dari yang biasa, mpe yg professional. Sekalian aja balik ke zaman penjajahan, gaji dibayar pake singkong…

    Kayak kerjaannya mereka beres aja. Bercermin dari diri sendiri dulu, baru ngurusin dapur orang lain…

    ( @ yang punya blog : sayang atuh, baru lunas udah dijual lagi rumahnya🙂

      • hehehe…emosi saya Bu, maklum, suami istri kerja di satu instansi yang terancam pencabutan renum… Gimana nyekolahin anak saya, hehehe…

        Jalan2 ke blog saya ya Bu…Salam buat keluarga

  2. beneran nih?
    wah apa malah gak makin bikin kacau ya?
    kasian temen2 di DJP yg pola hidupnya ud terlanjur terpetakan berdasarkan take home pay (incl. remun)…

      • tapi ini masih baru keputusan Panja perpajakan DPR kn?
        semoga saja mereka masih bisa berpikir lebih bijak lagi, karena keputusan mereka sangat tidak masuk akal menurut saya..
        logika saya sih, kalo dengan remun masih ada fraud, berarti remun belum efektif, tapi bukan berarti harus dicabut, tapi ditinjau ulang nominalnya(sederhana,menurut saya berarti masih kurang) karena memang take home pay pegawai negeri Indonesia dibandingkan dengan negara lain masih jauh, jelas kinerja mereka terpengaruhi..

        btw sayang bunda kalo rumahnya dijual..

  3. saya lebih setuju kalau PNS seragam gajinya alias gak usah dibeda2kan baik pusat maupun daerah begitu juga antar kementerian dan semua LPND yang lain, sedangkan untuk DPR dan DPRD yang katanya terhormat , sebaiknya gak usah diberikan tunjangan2 segala lha wong kerjanya gak bisa menyenangkan rakyat yang susah koq dan jika perlu anggota DPR dan DPRD di republik ini pakai sistem kontrak aja dengan mengacu metode grading/ peringkat sesuai dengan kinerjanya.

  4. ya bagus lah dihapus, biar kerja lebih profesional..
    kamu gak usah jual rumah, Ka..
    remunerasi BPPK gak dihapus kok, hehehe…

  5. Klo menurut bu sri mulyani, remunerasi itu bukan reward.
    Tapi memang hak kita sebagai PNS untuk hidup layak. hanya untuk sekedar bisa kasih makan ke keluarga, nyekolahin anak anak, nyicil rumah dan berobat klo sakit tanpa perlu korupsi.

    Saya setuju klo sebaiknya instansi lain dinaikkan juga.
    Bayangkan aja klo di indonesia timur kayak saya, dan tanpa remunerasi penghasilan saya cuma 1,5 jt perbulan.
    Klo di jawa mungkin masih cukup. Tapi di ternate, nasi +telur di pinggir jalan aja 10 rebu.

    Klo tiap hari saya, istri dan anak makan 2 sekali sehari pake nasi telur, sehari udah 60 rebu.
    Sebulan udah 1,8 jt. Trus darimana biaya sekolah anak? Klo anak sakit bayar pake apa?

    Itu sebabnya saya setuju klo renumerasi bukanlah reward. Tapi sekedar tunjangan agar kami yang bekerja demi negara sampai di tempat terpencil di pojokan Indonesia ini bisa hidup dengan layak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s