Si Gundul Mahes

Tadi malam adalah pengalaman pertama saya membotaki Mahes. Hal ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan saya atas kuantitas rambutnya yang segitu-gitu aja. Sebenarnya saya memiliki dua opsi untuk mengakali rambut Mahes yaitu :

  1. Rambut diberi gel untuk kemudian dibentuk spiky/mohawk
  2. Dibotakin

Setalah saya belikan gel rambut, ternyata opsi pertama gagal total, rambut Mahes bukannya jadi berdiri malah jadi mluntir-mluntir kaya buntut cindhil dan langsung diketawain ayahnya hahaha…

Oke, opsi pertama gagal, brarti saatnya untuk opsi kedua yaitu PEMBOTAKAN. Untuk opsi kedua ini mengingat ke-hiperaktif-an Mahes, saya jadi terpikirkan beberapa opsi :

1. Potong di tukang cukur yang bersedia kontrak mati untuk tidak membuat Mahes terluka sedikitpun

Untuk kemungkinan ini sepertinya ga ada yang mau mempertaruhkan karirnya demi seorang batita ileran

2. Potong di tukang cukur yang menyediakan bius sementara Mahes sedang dicukur

Untuk opsi ini sepertinya juga ga ada yang mau nanggung efek samping kalo terjadi apa-apa dengan Mahes

3. Potong di salon khusus batita yang memiliki layout menarik dan mainan yang banyak yag mampu mengalihkan perhatian anak

Sepertinya juga tidak mungkin mengingat kecenderungan Mahes yang mudah bosan terhadap segala jenis mainan, mungkin menit-menit  pertama masih mau diam, tapi saya ga berani jamin untuk 5 menit berikutnya.

4. Potong di salon Bunda Mahes

Ternyata inilah opsi yang paling memungkinkan untuk diaplikasikan. Jadinya semalam saya kerja lembur (baca : 1,5 jam, dari jam setengah 9 sampe jam 10 malem) untuk membotaki Mahes.

Berbekal gunting rambut, 2 buah silet cukur sekali pakai (yang baru lho ya, bukan yang bekas), sikat rambut bayi, kain bekas bedong Mahes waktu masih bayi, sabun bayi, mangkok wadah air, dan tisu basah, dimulailah “operasi” pembotakan itu.

Ketika Mahes telah terbuai (dan setelah baca bismillah sebanyak-banyaknya) saya mulai menggunting rambut yang panjang. Setelah yang tersisa hanya rambut yang pendek-pendek, akhirnya saya mulai mengolesi rambut Mahes dengan sabun, kemudian pelan-pelan saya cukur dengan alat cukur. Awalnya saya merasa kesulitan dan khawatir takutnya kulit Mahes terluka, namun lama-kelamaan lancar juga proses pembotakannya, didukung dengan posisi tidur Mahes yang tengkurap dengan kepala menghadap ke kanan. FYI, bagian termudah untuk dipotong adalah puncak kepala (crown), cepet bersihnya🙂

Oke, bagian kanan telah tercukur habis, sekarang tinggal bagian kiri, waduh! Gimana ya? Posisi kepala Mahes masih ngadep ke kanan nih, akhirnya setelah kembali mengucap bismillah sebanyak-banyaknya, saya balik posisi badannya menghadap ke arah kiri, dan meskipun ada perlawanan-perlawanan kecil, akhirnya saya bisa menyelesaikannya. Kepala Mahes licin plontos tos tos.. Bahkan ayahnya pun pangling melihat wajah Mahes yang tak berambut lagi, untungnya sih ga mirip Bo Bo Ho hahaha.. Bangganya saya bisa menyelesaikan tugas ini dengan sempurna! Bahkan jauh lebih bersih dan rapi dibandingkan hasil potongan Kai Mahes waktu Mahes diaqiqah dulu! Horeee… Mahes gundul!

si gundullllll

3 thoughts on “Si Gundul Mahes

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s