The Aggressive Mahes

Pada tanggal 25 April 2010 kemarin, saya dan Rina sepakat mengatur pertemuan antara Mahes dan Fathin untuk mengadakan latih tanding agresifitas masing-masing. Dari pertemuan tersebut, terlihatlah bahwa ternyata Mahes jauh lebih agresif daripada Fathin, entah apa yang membuatnya begitu. Sebab jika diurut dari riwayat orang tuanya, baik ayah maupun bundanya tidak ada yang memiliki sifat itu ketika masih seumuran Mahes. Begitu pula jika dipratinjau sewaktu Mahes masih di dalam perut bundanya, tidak terjadi sesuatu yang signifikan, bundanya ga pencilakan/pethakilan koq! Memang sih, bundanya tuh terkenal sedikit “hiper”aktif, sedikiiiiiiiiiiiiiiit banget! Mungkin sesuatu yang sedikit ini oleh Mahes dimodifikasi menjadi sifat yang disebut AGRESIF (kata Rina). Ayahnya pernah nyeletuk bahwa ada kemungkinan Mahes kena “kualat” Dani, sebab sewaktu hamil, ayahnya suka sebel ma Dani yang aktifnya ga ketulungan, tapi masa sih bisa gitu? Bukannya itu tuh hanya mitos ya?!

Setelah googling, akhirnya saya sedikit tahu tentang seluk beluk sifat agresif. Jadi sifat ini sebetulnya sudah tampak sejak usia bayi, namun akan semakin kerap kemunculannya di usia batita (jadi yang ga normal tuh Mahes atau Fathin ya?! Secara Fathin tuh diem-diem aja walopun dah digebukin ma Mahes).

  • Si kecil merasa keinginannya tidak dipahami oleh orang dewasa (berkaitan dengan komunikasi batita yang masih terbatas).
  • Agresifitas juga dapat muncul karena kebiasaan di sekitarnya, misalnya anak belajar dari pengalamannya jika ia berteriak-teriak atau melempar barang maka orang akan memenuhi apa pun yang ia inginkan. Atau kalau ia memukul temannya, maka si teman akan memberikan mainan yang diinginkan kepadanya.
  • Kadang sifat agresif juga timbul akibat menonton televise yang menayangkan adegan kekerasan, tapi sayangnya Mahes tergolong anak yang tidak suka nonton TV, jadi 0 besar untuk faktor ini.
  • Sifat agresif yang tidak diantisipasi bisa menjadi habituasi (kebiasaan) dan berlanjut hingga usia dewasa nanti. Di saat usia anak tentunya ia akan dijauhi teman-teman, dicap nakal, sehingga pada akhirnya anak sendiri akan menerima bahwa dirinya “trouble maker” hingga ia besar nanti.

Cara saya untuk mencegah supaya sifat tersebut tidak semakin menjadi-jadi adalah :

  • Saat Mahes marah/ngambek, saya biasanya langsung mencium/memeluk Mahes. Setelah tangisnya agak reda, saya tanya “Mahes marah ya? Udah ya, jangan marah lagi” Kemudian saya peluk dan cium lagi sambil saya gosok-gosok punggungnya. Meskipun dengan cara ini kadang membuat saya harus ikhlas untuk menjadi “sansak” hidup namun dengan cara ini juga dapat membuat Mahes merasa dipahami perasaannya. Perlakuannya akan berbeda jika tangisan Mahes saya curigai sebagai tangisan merajuk. Meskipun dia menangis sampai 30 menit pun tetap tidak saya hiraukan.
  • Jangan menanggapi agresifitas anak dengan cara yang agresif pula. Contoh, saat ia memukul temannya, jangan kita malah mencubit anak untuk menghentikan aksinya itu. Benar sih anak tidak akan meneruskan pukulannya, namun anak justru memperoleh gambaran bahwa sikap kasar itu diperbolehkan. Pernah sekali waktu ayah Mahes membentak Mahes, dan akibatnya adalah Mahes seperti trauma gitu, takut ke ayahnya,  tapi untungnya hal itu tidak berlangsung lama, mereka dah baikan lagi kira-kira 2 jam sesudah kejadian itu.
  • Beri penjelasan. Memang bukan pekerjaan mudah menjelaskan pada anak batita. Karena hanya sekali diberi tahu tidak akan membuatnya patuh dan melupakan sifat agresifnya. Jangan putus asa, lama-kelamaan jika selalu dijelaskan, anak akan belajar bahwa untuk mendapatkan sesuatu tidak harus dengan sikap agresif.
  • Sesaat setelah Mahes tertidur biasanya saya membisikkan nasihat-nasihat kepadanya dengan harapan alam bawah sadarnya terbuka dan hal itu akan tertanam di memorinya, kemudian ditutup dengan membaca doa sebelum tidur dan bilang “Bunda sayang Mahes”, mmuach!

si Haidar

2 thoughts on “The Aggressive Mahes

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s