Pola Makan Maheswara Haidar Aydin Naufal

Awal makan “makanan keluarga” adalah ketika Mahes berumur 1 tahun. Mengapa saya beri tanda kutip? Karena menurut teori, semestinya Mahes dah boleh makan seperti tumis kangkung, bakwan jagung, dan menu lain yang menjadi santapan keluarga kami sehari-hari, namun karena saya masih menerapkan bumbu minimalis (bawang merah/putih dan sedikit garam) jadinya menu makanan Mahes tetap dipisahkan.

Minggu lalu saya mendapat laporan dari Budhe -begitu kami biasa memanggil pengasuh Mahes- bahwa Mahes mulai enggan menghabiskan makanannya jika dalam sehari lauknya sama. Padahal selama ini dia mau-mau aja dicekokin nasi apapun lauknya. Setelah Mahes saya interogasi (dan sayangnya hanya menjawab dengan kata-kata “kuku”, “jatoh”, “nini”, “nana”, dsb) akhirnya saya menyimpulkan bahwa Mahes mulai bosan dengan menu monoton dalam sehari, harus ada kombinasi, minimal ada 2 jenis lauk untuknya 3 kali makan. Setelah saya diskusikan dengan ayahnya, akhirnya diambillah kesimpulan bahwa :

1. Kecenderungan Mahes menyukai segala jenis makanan merupakan bawaan dari ayahnya.

Yup! Ayahnya adalah seorang omnivora, sebenar-benar omnivora.  Makanan apapun bisa dicerna tanpa ada alergi sedikitpun. Mulai dari sayur pare/daun pepaya yang pahit, bakwan jagung yang keasinan, sambel tempe yang kepedesan,  sampe gudeg yogya yang paling manis sekalipun bisa dikunyahnya. Namun jangan sekali-kali memberinya cumi atau udang atau makanan yang mengandung keduanya, dalam bentuk apapun! Sebab meskipun mulut mampu menelan, namun perut menolaknya (baca : muntah). Keuntungan dari sifat ini adalah, saya tidak perlu bingung belanja sayur (tapi tetap bingung menentukan menu esok hari).

2. Kecenderungan Mahes bosan terhadap lauk yang sama dalam sehari merupakan bawaan dari bundanya.

Jadi bundanya tuh dari kecil emang dimanja ma Kai-nya Mahes, pengen makan apapun dituruti. Kalo bosen dengan makanan di rumah, ngider ke rumah budhe-budhenya. Kalo masih gak selera juga, ngerayu Kai supaya ngajakin makan di luar (baca : jajan). Dan mungkin karena faktor “manja” itu juga yang membuat Bunda Mahes pilih-pilih makanan, dan sifat ini benar-benar bertolak belakang dengan sifat Ayah Mahes di atas :hammer. Keuntungan dari sifat ini adalah minimal ada dua menu masakan di rumah🙂

Jadi sekarang menu makan Mahes punya pattern seperti ini :

  • 2 macam lauk (tahu/tempe/telur/ikan/udang/cumi/daging)
  • 1 macam sayur (terserah sayur apa aja)

mo ee

4 thoughts on “Pola Makan Maheswara Haidar Aydin Naufal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s