Membaca Al Qur’an bagi Saya

Pertanyaan :

Apa hukum mengadakan perlombaan tartil al-Qur’anul Karim bagi wanita dengan kehadiran kaum laki-laki?

Jawaban :

Wanita mentartilkan bacaan a-Qur’an dengan kehadiran laki-laki (yang bukan mahrom, red) adalah tidak boleh, karena dikhawatirkan adanya fitnah bagi mereka. Dan syari’at telah datang untuk menutup segala yang bisa menjerumuskan kepada yang haram.

Seorang pengajar al-Qur’an (laki-laki,red) jika mengajari wanita melalui telepon kemudian para wanita tersebut membaca dan memperdengarkan suaranya kepada pengajar al-Qur’an tadi, maka hukumnya sama dengan jika ia mendengar suara qiro’ah mereka dari balik hijab dengan tidak terlihatnya para wanita tersebut, fitnah terjadi pada dua keadaan ini. Baik ia mendengar suara mereka melalui media udara atau angin tanpa perantara kabel atau dengan kabel (telepon, dll. red) maka sesungguhnya suara tersebut adalah suara wanita itu juga.

Dan suara wanita bukanlah aurat, menyelisihi dengan apa yang masyhur di kalangan orang-orang, akan tetapi disyaratkan pada hal ini suaranya tersebut adalah suara yang biasa. Adapun jika wanita itu membaca dengan ghunnah, iqlab dan idzhar dan.. dan.. seterusnya… dan mad thobi’i, muttashil, dan munfashil. Dan ini merupakan tajwid, Rasulullah SAW bersabda

“Barangsiapa yang tidak melagukan al-Qur’an maka ia bukan dari golongan kami”

Jadi wanita juga seharusnya melagukan al-Qur’an, akan tetapi tidak boleh di hadapan laki-laki secara mutlak, baik dengan melalui siaran atau telepon.

Dikutip dari http://ummushilah.0fees.net/wordpress/?p=75 dan http://ummushilah.0fees.net/wordpress/?p=70

Koq tiba-tiba saya ngebahas kaya beginian? Hahaha… Belum.. Saya belum tobat sodara-sodara, saya masih gila seperti yang anda kenal. Jadi ceritanya tuh pada suatu diskusi, saya “dipesenin” sama mas Miftah -sesepuh Kepegawaian-  untuk tidak mengeraskan suara pada saat tilawah, mengapa :

  1. Dikhawatirkan akan timbul fitnah, apalagi bagi wanita.
  2. Saat anda sedang tilawah, tidak semua orang mau mendengarkan Al Qur’an, jadi meskipun bertilawah itu baik tapi jika malah mengganggu kenyamanan orang lain, tentu sudah tidak baik lagi kan?!

Lagipula dari segi diri saya pribadi, saya ga pede kalo ngaji dengan suara keras, ga pede karena ngaji saya blom bagus-bagus amat. Ketika saya pertama kali tahu bahwa seorang wanita sebaiknya mengaji dengan suara yang lirih, saya kaget, sebab di lingkungan rumah saya di Probolinggo ibu-ibu pengajian di sana hampir setiap minggu sekali pasti menyelenggarakan pengajian yang diisi dengan tilawah yang celakanya melalui pengeras suara di masjid. Terlebih lagi ketika bulan Ramadhan tiba, tiap musholla berlomba-lomba meng-upgrade pengeras suaranya supaya berbunyi lebih kencang dibanding yang lain. Namun karena hal itu bukan sesuatu yang baru bagi kami, maka kami menganggapnya sebagai hal yang wajar.

Mas Miftah akhirnya menutup diskusi kami supaya jangan menjadi salah satu wanita yang mengaji dengan suara yang keras kecuali jika di suatu majelis yang pesertanya adalah sesama akhwat dan majelis itu konsen untuk mendengarkan tilawah.

gambar dari google

One thought on “Membaca Al Qur’an bagi Saya

  1. 1. bukan melagukan al quran, baca quran ga boleh nyanyi😦

    2. di sini kalau ibu2 ngaji di masjid pakai pengeras suara

    request artikel masalah pengeras suara dong mbak, dalam pikiranku, dahulu kala Islam mengalami masa kejayaan tanpa pengeras suara

    sekarang dgn pengeras suara islam malah mengalami kemunduran, yg sholat di masjid makin sedikit (teorinya yg sholat di masjid makin bnayak, krn yg dengar melalui pengeras suara lebih banyak daripada berteriak biasa)

    terbukti pengeras suara gagal, terbukti pengeras suara hanya salah satu bukti umat islam bertindak berlebih-lebihan

    requestku diterima mbak yah😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s