Suatu Pagi di Kampus Tercinta

Setelah sekian lama gak kesampean pengen foto-foto di air mancur depan kampus, akhirnya kemaren pagi kami bertiga bisa mewujudkannya. Dan saya merasakan perbedaan yang sangat signifikan dalam episode jalan-jalan kali ini, sebab saya tidak perlu capek-capek lagi menggendong pangeran kecil saya karena dia sudah bisa berjalan walaupun cara jalannya masih geal-geol gaya bebek🙂

Segala sesuatunya berjalan lancar hingga suatu saat Mahes menemukan “objek” menarik untuk dijahili. Objek pertama adalah seorang anak laki-laki dengan umur kira-kira 5 tahun-an, postur tubuh jauh lebih tinggi daripada Mahes, sebut saja namanya Tommy, bukan nama sebenarnya. Saat itu posisi Tommy sedang berdiri menghadap air mancur, menyadari “ mangsanya”  sedang lengah, Mahes langsung datang menghampiri. Awalnya saya kira Mahes hanya berusaha memuaskan hasrat ingin tahunya terhadap si Tommy, namun ternyata dengan kecepatan 1m/s Mahes bukan hanya mendekati namun juga berusaha “mepet-mepet” ke arah Tommy. Gerakan pertama Tommy menghindar, namun Mahes kembali mendekat, Tommy menghindar lagi, Mahes mendekat untuk ketiga kalinya, Tommy kabuuuur… Subhanallah! Anak sekecil itu ternyata sudah bisa “mengintimidasi” orang dengan keahadirannya, hmmm…

Objek kedua adalah anak laki-laki lain dengan umur kira-kira 2-3 tahun, namun postur tubuhnya lebih kecil dari Mahes, sebut saja namanya Bobby. Ketika si Bobby ini sedang berlari mengitari air mancur dan berpapasan dengan Mahes, entah apa yang ada di pikirannya langsung saja Mahes mendekati Bobby lalu serta merta “menerkam” wajahnya, saya kaget langsung reflek menahan tangan Mahes supaya tidak mengulangi perbuatannya lagi. Namun tanpa saya duga sebelumnya, meskipun tangannya sudah dalam kondisi tidak bebas lagi, kaki kanan Mahes mengayun dengan bebas menendang ke arah kaki si Bobby! Ya ampooon… untungnya si Bobby ga nangis. Setelah meminta maaf berkali-kali kepada ibu Bobby, akhirnya saya mengajak Mahes pulang setelah sebelumnya foto-foto narsis terlebih dahulu. Pfiuhhh… Petualangan yang seru!

Maaf ya Bobby, maaf ya Tommy!

Foto-foto lainnya bisa dilihat di sini

6 thoughts on “Suatu Pagi di Kampus Tercinta

  1. mahes..mahes..kayanya perlu tandem lagi ma fathin neh,,untuk jajal ilmunya..
    setelah kemaren sempet berambisi untuk men”duduki” fathin..dan dicuekin..

  2. ” anak sekecil ini sudah mampu mengintimidasi orang laun dengan kehadirannya….”
    hmmm… like mother like son
    kyahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s