Nasi Uduk + Pecel Lele = Ga Kebagian

Kemaren sore sepulang dari kantor saya dijemput suami yang kebetulan sedang tidak enak badan. Karena indra perasanya sedang tidak berfungsi dengan baik, maka suami saya berinisiatif membeli bebek goreng langganan kami untuk makan malam. Sesampai di warung pecel lele dimaksud, saya mesen bebek goreng, pecel lele, ma nasi uduk. Begitu transaksi slese, langsung cabut pulang ke rumah karena adzan Maghrib dah berkumandang sejak 10 menit yang lalu.

Begitu nyampe rumah seperti biasa disambut tepuk tangan+senyuman-penuh-iler raja kecil saya😀 Setelah sholat dan bersih-bersih, makanlah saya sambil nonton tipi (kebiasaan buruk, jangan ditiru!) dan tentu saja digentayangi oleh mahluk kecil yang ga bisa diam, sebut saja Mahes🙂 Lagi enak-enaknya makan tiba-tiba tuh mahluk dateng ke saya dengan kecepatan tinggi, baru nyadar kali ya kalo emaknya lagi megang sesuatu (apapun itu selama yang megang emaknya, pasti diminta). Melongoklah kepala kecilnya ke piring penuh nasi dan lele yang melintang. Longok longok longok, iseng-iseng saya suapin dia 2 butir nasi uduk, eh mau! Nyadar kalo sedang dipermainkan ma emaknya, melongok lagi-lah dia hingga jarak antara wajahnya ke nasi hanya tersisa 5cm. Akhirnya saya tergugah juga (jahat banget ya emaknya hahaha…) untuk menyuapinya. Sesuap kecil nasi uduk ditambah sepotong kecil lele sukses lolos ke indra pencernaan terluar Mahes (baca : mulut), kirain butuh waktu lama untuk menelan nasi itu, ternyata malah kurang banyak sodara-sodara! Dia nunduk lagi pertanda minta disuapin lagi, lagi, lagi, lagi, lagi, pokoknya baru di suapan ke 6 saya bisa nyuapin untuk mulut saya sendiri, hiks… dan itu terus berlanjut hingga lelenya habis!!!😦 Posenya gini : mulut makan nasi, tangan kanan pegang timun, tangan kiri pegangan ma bundanya (tolong bayangin sendiri ya!). Bundanya cuma disisain tahu, sambel, dan sekerat mentimun, huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…. (T_T)

Akhirnya acara makan malam selese sudah, acara selanjutnya adalah mendengarkan laporan dari si mBak yang ngejagain Mahes. Laporannya antara lain meliputi :

  • Mahes pup 2 kali
  • Boboknya rada siangan sekarang
  • Siangnya diajakin ke kontrakan lama dan berhasil menendang anak tetangga disana, hasil akhirnya : si anak tetangga nangis, Mahes tersenyum senang
  • Sekarang kalo lagi disuapin matanya kedip-kedip genit
  • Kalo lagi ga mood, makannya sambil triping (baca : geleng-geleng)
  • Jeruk buat Mahes dah habis
  • Menu makan Mahes buat besok pagi adalah sayur bayam ma tahu

Laporan selese, dilanjutkan dengan masuk ke kamar tidur untuk persiapan tidur. Tentu donk bukan Mahes namanya kalo begitu masuk kamar langsung bobok, ayahnya sampe bilang gini “ni anak kenapa sih sebenernya? koq ga bisa diem ya?!” saya sebagai bundanya hanya bisa mencoba mengingat2 waktu hamil kemaren apa pernah salah nelen bola bekel dikira bakso ya?! hmmmmm… Setelah narsis di depan cermin cukup lama, akhirnya menguaplah dia, sesuatu yang begitu ditunggu-tunggu. Tapiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii…sebelum matanya mengatup rapat, dia masih membalik-balikkan tubuhnya plus mengayunkan tangannya sampe mengenai wajah ayahnya, karena tau ayahnya bereaksi terhadap gerakannya itu, diulangi lagi, lagi, lagi, lagi, lagi, lagi, lagi, dan diakhiri dengan MENGGIGIT lengan bundanya yang tak bersalah ini, huwaaaaaaaaaaaaaaaaaa…. hiks..hiks..hiks..😦

Akhirnya tidur juga

One thought on “Nasi Uduk + Pecel Lele = Ga Kebagian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s