Temanku Businesswoman (2)

Akhirnya setelah sekian lama gak ngeblog yang dikarenakan proses_pindah_rumah_yang_mengakibatkan_dicabutnya_jaringan_internet_untuk_sementara_waktu, hari ini Senin 1 Maret 2010 saya akan memulai lagi kegiatan menggunjing tentang segala hal yang saya alami.

Kali ini lagi-lagi membahas si Rina Karlina The Businesswoman (ketawa dulu ah, hahahaha…). Tadi sore tumben-tumbennya tuh anak naek bis jemputan yang seperti biasa kalo naek bis jemputan dia tuh duduknya gak mao jauh-jauh dari saya, emang saya segitu menariknya ya?!!

Nah, di sepanjang perjalanan pulang dia cerita tentang kegiatannya selama long weekend kemaren. Jadi ceritanya hari minggu kemaren tuh dia ngajakin si Fathin (Muhammad Fathin Rinandi, anak pertama Rina yang bengongnya mirip banget sama uminya dimana nama Rinandi sendiri merupakan penggabungan dari Rina dan Wendi-red) jalan-jalan ke Sektor IX tepatnya ke tempat delman-delman dan kuda-kuda freelance biasa ngetem. Di sana dia ketemu ma temen mas Wendi (Wendi Nurhayat, suami Rina yang memiliki sifat berkebalikan dengan Rina-red) yang ternyata punya usaha peternakan kuda. Menurut penuturan si temen Mas Wendi itu, bahwa bisnis kuda freelance memiliki prospek yang cerah, sebab selain dibayar per bulan 1,3 juta oleh GIANT (yang mewadahi perkumpulan delman tersebut sebagai salah satu cara promosi mereka terhadap pelanggan) ternyata penghasilan sehari-hari bisa dikantongi sendiri oleh masing-masing pemilik delman itu (setelah dipotong setoran rutin sebesar 200 ribu per minggu). Rina lalu menawarkan kepada saya apakah saya berminat untuk terjun ke bisnis itu dimana harga masing-masing kuda sekitar 15 juta rupiah, tentu saja karena saya bukan orang yang sabar kalo harus nunggu keuntungan sekian lama, akhirnya saya tolak tawarannya.

Setelah berjuang melewati kemacetan sepanjang jalan Arteri Pondok Indah hingga Tanah Kusir dan exit gerbang tol Pondok Aren, sampailah kami di tikungan CIMB Niaga. Gak sengaja saya liat ada rumah 2 lantai yang dijual, iseng-iseng saya tawarin ke Rina, kira-kira gini percakapannya;

Saya : Ce, ada rumah mo dijual tuh! (sambil menunjuk ke rumah yang dimaksud)
Rina : Iya ya, emang kamu mau menyokong dananya?
Saya : Kalo 1jt-2jt sih bisa.

Lalu saya tunjukkan lagi rumah kedua yang hanya 1 lantai namun terletak di pojok blok sehingga tanahnya lebih luas dan bangunannya lebih lebat

Saya : Ce, ini lebih luas, dijual juga nih!
Rina : Iya ya, jadi pengen pindah rumah nih! (padahal si Neng ini dah punya rumah di Komplek Citramangu Permai plus sarang burung di atapnya)

bla..bla..bla..bla..bla..

Jadi kesimpulan saya adalah, Umi is the best (mang Wendi said)! Keep on fighting Ce!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s