Sesuai janji saya di tulisan yang lalu, berikut cerita versi lengkap tentang melati dan alamanda, cekidooooooot….
Setelah melalui akhir bulan yang penuh perjuangan, akhirnya minggu kemaren saya ngganti rumput di taman depan rumah. Gara-garanya si rumput golf * (penghuni sebelumnya) dah kering kerontang coklat-coklat ga jelas gitu! Ga tahan panas kali ya??? Secara rumah saya ngadepnya ke timur, jadi kalo pagi langsung kesorot tuh rumput!
Nah, pas kebetulan saat itu ada tukang jual tanaman lewat depan rumah dan “mengejek” kondisi rumput saya, trus manas-manasin saya untuk ngganti rumput golf menjadi rumput gajah mini.
Sedikit info tentang rumput gajah mini, sebenernya saya dan suami kurang suka dengan jenis rumput yang satu ini karena bentuknya yang kasar dan kayanya kalo ndak rajin dipangkas bakal menjulur-julur liar gitu, sehingga diambillah keputusan (duluuu..waktu bikin “desain” taman) untuk menanami taman kami dengan rumput golf dengan harapan suatu hari nanti kami bisa gegulingan di atas hamparan rumput golf yang tebal dan empuk ini
Namun ternyata harapan hanya tinggal harapan karena rumput golf tersebut ternyata mengalami perkembangan yang sangat buruk. Tumbuhnya ndak rata, ndak menyebar ke seluruh permukaan taman, sehingga yang ada malah permukaan taman jadi blonteng-blonteng gitu





