Gajah Mini

Sesuai janji saya di tulisan yang lalu, berikut cerita versi lengkap tentang melati dan alamanda, cekidooooooot….

Setelah melalui akhir bulan yang penuh perjuangan, akhirnya minggu kemaren saya ngganti rumput di taman depan rumah. Gara-garanya si rumput golf * (penghuni sebelumnya) dah kering kerontang coklat-coklat ga jelas gitu! Ga tahan panas kali ya??? Secara rumah saya ngadepnya ke timur, jadi kalo pagi langsung kesorot tuh rumput!

Nah, pas kebetulan saat itu ada tukang jual tanaman lewat depan rumah dan “mengejek” kondisi rumput saya, trus  manas-manasin saya untuk ngganti rumput golf menjadi rumput gajah mini.

Sedikit info tentang rumput gajah mini, sebenernya saya dan suami kurang suka dengan jenis rumput yang satu ini karena bentuknya yang kasar dan kayanya kalo ndak rajin dipangkas bakal menjulur-julur liar gitu, sehingga diambillah keputusan (duluuu..waktu bikin “desain” taman) untuk menanami taman kami dengan rumput golf dengan harapan suatu hari nanti kami bisa gegulingan di atas hamparan rumput golf yang tebal dan empuk ini :mrgreen: Namun ternyata harapan hanya tinggal harapan karena rumput golf tersebut ternyata mengalami perkembangan yang sangat buruk. Tumbuhnya ndak rata, ndak menyebar ke seluruh permukaan taman, sehingga yang ada malah permukaan taman jadi blonteng-blonteng gitu :-?

rumput gajah mini

Continue reading

Wajah Penghuni Taman (updated)

Beberapa waktu lalu pernah bikin postingan ini, seiring dengan berjalannya waktu tentu ada banyak perubahan yang terjadi donk! Setelah kemaren mangkas para dedaunan yang tumbuh dengan liar (kembang airis, adenium, cabe rawit) trus ngasih kompos, trus ngiket-ngiket cabang-cabang kemuning yang berantakan, sore tadi saya iseng-iseng njepret wajah-wajah baru si penghuni lahan 3×4 tersebut, cekidoooooooot…

1. Belimbing Wuluh yang telah berbuah untuk kesekian kalinya

2. Cabe Ijo yang saya adopsi beberapa waktu lalu namun buahnya selalu kandas di tangan si anak sholeh :(

3. Si Mangga Harumanis yang tingginya telah melebihi kanopi teras rumah kami

Continue reading

My Brand New Blooming Collections

This slideshow requires JavaScript.

  • Lokasi : taman depan rumah
  • Diambil pada tanggal 22-23 Juli 2010
  • Waktu pengambilan gambar pada pagi dan sore hari
  • Fotografer : ayahbunda :D

Let’s Gardening!

Tadi sore saya ngajak si ayah jalan-jalan ke Bintaro sektor 9 sono, pengen nambah koleksi mawar. Sesampai di sana, mata saya dah keburu terpesona ma mawar-mawar yang sedang bermekaran, untungnya dah memantabkan tujuan, yaitu membeli mawar MERAH dan PINK sehingga rayuan mawar warna lainnya tak mampu menggoyahkan iman saya (padahal mupeng banget ama si KUNING, tapi dah punya). Langsung todong harga sebesar 5000 rupiah per batangnya, kemudian ekstra todong untuk pot bunga yang dapet 3000 rupiah per biji. Ketika transaksi telah selesai, eeee… ndilalah koq mata saya kepincut ma segerombolan aster merah dan kuning. Nanya ke si mas penjual katanya harga per polybag 7500, nglirik ayah dengan tatapan penuh arti dan dijawab, “Mo ditaroh dimanaaaaa?”, jadinya ga jadi beli deh (setelah membenarkan pertanyaan retoris ayah :) )

Sesampai di rumah, tuh mawars saya biarkan terlantar terlebih dahulu dalam ikatan rafianya, sebab pangeran kecil saya masih belum tidur, jadi daripada si mawars kehilangan harapan hidup, lebih baik saya tahan dulu keinginan saya untuk berkebun.

Jam menunjukkan pukul 17.00 WIB ketika ayah berhasil menidurkan Mahes, berarti telah tiba saatnya untuk berkebun! ;) Alat-alat yang perlu disiapkan adalah : Lanjutkan!

Wajah Para Penghuni Taman

1. Kemuning
Mupeng jenis bunga yang satu ini sejak pertama kali mengunjungi rumah mertua. Wanginya yang begitu semerbak di malam hari  membuat hati saya luluh dan kemudian bertekad ingin memilikinya jika telah memiliki rumah nantinya. Setelah saat yang dinanti-nanti itu tiba, ternyata bukan perkara yang mudah untuk menemukan si kemuning ini. Blusukan ke toko-toko bunga di sekitar Bintaro tidak berhasil memperoleh kemuning dalam ukuran yang saya inginkan. Namun akhirnya datanglah seorang pedagang bunga keliling yang bersedia mencurahkan seluruh waktu, tenaga, dan pikirannya untuk mencarikan tanaman yang berbunga putih ini, tidak tanggung-tanggung dia membawakan saya dua pohon sekaligus. Beli pot, nyampur tanah ma kompos, gunting sana gunting sini, taraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa… jadilah kemuning nan imut dan wangi ini :D

2. Adenium obesum
Tanaman cantik ini saya peroleh dengan gratis sodara-sodara!!! Tetangga sebelah rumah saya kebetulan hobi berkebun, beliau membudidayakan banyak sekali adenium ini. Gara-gara ngelewatin segerombolan adenium tiap hari membuat “witing tresno jalaran soko kulino” terjadi antara saya dan si adenium ini. Akhirnya setelah pasang muka badak,  saya beranikan diri untuk bilang ke pak Ade (tetangga saya, red) bahwa saya ingin membeli salah satu adenium miliknya. Saya kemudian diminta untuk melihat-lihat dan menandai yang mana yang akan saya beli. Keesokan harinya, pak Ade datang ke rumah membawa sebuah pot berisi adenium yang saya tandai tersebut, and u know what? Beliau memberikannya secara gratis tis tis… :D Dan saat ini saya telah berhasil menggandakan si adenium tersebut. Makasih pak Ade.. Lanjutkan!