Kalow selama ini saya yang dijelek-jelekkan di tulisan Bang Kerak dan Tigo 4L@y, makaaaa.. kali ini adalah saatnya bagi saya untuk melakukan pembalasan atas segala tingkah mereka yang semakin membuat saya terkenal (maaf, narsisnya kagi kumat!)

Tokoh #1
Seorang wanita kelahiran Bandung yang dengan segala keanehannya membuat suasana kantor semakin semarak. Hmmm.. saking anehnya dia sehingga membuat saya kesulitan mendeskripsikannya dalam bentuk tulisan
Pipi chubby, wajah khas Sunda, ga bisa bahasa Jawa sama sekali tapi ngekeuh ngomong Jawa!!! Satu-satunya orang yang bisa menangis tersedu-sedu untuk kemudian tertawa terbahak-bahak hanya dalam hitungan sepersekian detik 
(saya telah menghapus sekian puluh kalimat demi mencari diksi yang tepat dan representatif untuk menggambarkan sosok si Teteh ini)
Gampangnya gini deh, orangnya mudah terpengaruh (baca : reaktif) oleh kejahilan temen saya umumnya dan keisengan saya khususnya
Kalow lagi kenyang akan bertingkah semakin aneh. Kalow saya dan teman saya sedang ga ada di ruangan, maka si Teteh ini akan bilang bahwa dia ga bisa ketawa (emangnya kami badut yang bisa bikin ketawa??? -___-’ )
Oiya, si Teteh ini seklias mirip dengan wajah yang terpampang di gravatar blognya Teh Orin
Tokoh #2
Seorang wanita (lagi), kelahiran Malang, yang berkat bahasa daerahnya yang begitu kental membuat saya terinspirasi untuk meluahkan kembali kosa kata Jawa Timur-an saya yang selama ini terkubur jauh di dalam sana akibat radiasi logat Jawa Tengah si ganteng nan sekseh itu
Walhasil akhir-akhir ini percakapan saya banyak ditemui kata-kata “koen, yok opo seh?, gak balek ta?” dan sejenisnya.
Oiyaaa.. kalow si Jeng ini hilang atow tersesat, gampang banget nemuinnya!!! Karena dia punya choc chip (baca : a little cute black mole) yang nemplok dengan manisnya di wajah si Jeng ini. Dan berkat choc chip-nya juga, kami khususnya saya punya komoditas bahan becandaan!
And you know what, sang choc chip menjadi penyelamat kami kalow mo beli rujak/buah potong, cukup sebutkan password “Mas, beli buah untuk Mbak yang punya t*i lalat itu!” maka si abang rujak akan langsung memproses pesanan itu tanpa bertanya lagi.
Satu hal lagi, t*i lalat tak berdosa ini sering dijadikan sasaran kemarahan. “Trus salah gue? Salah t*i lalat gue???” bukan hanya dia yang sering bilang gitu, saya pun sering menyalahkan si little cute black mole itu, cukup bilang “Trus salah siapa? Salah saya? Salah t*i lalat Pi*it?”
Tokoh #3
Seorang pria, mata sipit, tubuh jangkung, celana ngatung. Memiliki (untuk saat ini) seorang istri dan seorang anak yang sayangnya copycat dari ayahnya.
Dengan segala sifat 4L@ynya membuat dia dijadikan sebagai sasaran bullying yang paling empuk. Tentunya bukan saya pelakunya, saya hanya menjadi penikmat ekspresinya yang yaaaa.. membuat mata sipitnya semakin tak terlihat akibat “siksaan” dari teman-teman prianya (yang juga teman-teman pria saya tentunya).
Seorang pejabat pranata komputer yang sering disalahgunakan jabatannya untuk mberesin jaringan internet, komputer nge-hang, monitor yang blue screen, hingga menjadi kiper liga Purnawarman