RSS

Tag Archives: DPR

WTF : BK DPR Belajar Etika ke Yunani (kompasdotcom)

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR Gayus Lumbuun tidak ikut dalam rombongan BK yang akan studi banding ke Yunani pada akhir pekan ini. Menurut Gayus, kunjungan itu memang tak melanggar aturan. Namun, ia berpendapat, tak ada manfaat dalam kunjungan enam hari tersebut.

“Biarlah tim ini berjalan, tidak melanggar aturan sama sekali. Meski tidak melanggar aturan, saya mengingatkan soal manfaatnya. Menurut saya, hampir tidak ada manfaat untuk BK,” kata Gayus, Selasa (19/10/2010) di Gedung DPR, Jakarta.

Apalagi, lanjut Gayus, di BK masih ada persoalan legitimasi. Komposisi keanggotaan BK belum diwakili oleh seluruh fraksi. Dua fraksi, yaitu Gerindra dan Hanura, belum mendapatkan posisi untuk mewakili fraksinya.

“Saya tidak mau masuk ke semua kebijakan di BK sebelum dua fraksi masuk secara sah ke BK, yaitu Hanura dan Gerindra. Saya takut ada keputusan yang tidak legitimate,” ujar Gayus. Selama enam hari, sebanyak delapan orang anggota BK akan bertolak ke Yunani pada tanggal 23 Oktober mendatang.

Wakil Ketua BK Nudirman Munir, yang turut dalam rombongan, mengatakan, hal-hal yang akan dipelajari adalah mengenai tata beracara BK Yunani dan pengaturan etika berperilaku anggota Dewan.

sumber : www.kompas.com

KOMENTAR
Speechless! Dulu studi banding Pramuka ke Afrika, sekarang studi banding ETIKA ke Yunani, apa-apaan ini????

 
3 Comments

Posted by on 19 October 2010 in umum

 

Tags:

Anggota DPR Bebas Ajak Keluarga Ikut Kunjungan Kerja (detikdotcom)

Jakarta – Tidak ada larangan bagi anggota DPR mengajak keluarganya ikut kunjungan kerjanya di dalam dan luar negeri. Namun jika uang saku yang diberikan DPR tidak cukup, mereka harus nombok dengan uang pribadinya.

“Tidak ada yang melarang membawa keluarga dalam kunjungan kerja. Masing-masing anggota DPR kan mendapat uang saku selama kunjungan kerja, terserah mau dipakai berapa orang,” ujar anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR, M Toha, kepada detikcom, Senin (9/8/2010).

Toha menyampaikan, besaran uang saku untuk masing-masing anggota DPR bervariasi tergantung lokasi daerah tujuan dan lama kunjungan kerja. Makin jauh dan lama waktunya, ke luar negeri misalnya, makin besar pula uang sakunya.

“Itu kan ada uang sakunya, biaya kunjunan kerja tergantung jarak. Kalau bawa anak-istri, lalu kurang uangnya, ya nombok,” terag Toha sambil tertawa.

Toha sendiri mengaku tidak mengajak keluarganya saat kunjungan kerja ke Jerman beberapa waktu lalu. Politis dari FPKB ini tak mau menambah biaya tiket pesawat yang terhitung mahal.

“Tiket untuk keluarga kan kita harus beli sendiri,” ujarnya masih sambil tertawa.

Sebelumnya diberitakan sejumlah anggota DPR ternyata mengajak keluarganya saat kunjungan kerja ke daerah. Salah satunya adalah Anggota Komisi III DPR Sutjipto mengajak istrinya dalam kunjungan ke Bunaken, Menado, Sulut, Sabtu (7/8/2010) lalu, naas istrinya meninggal dalam insiden kapal terbalik.

sumber detikdotcom

 
Leave a comment

Posted by on 9 August 2010 in umum

 

Tags: , ,

Kapan Yaaaa?!

Kapan ya seorang pengacara benar-benar menilai suatu perkara secara objektif?

Kapan ya keadilan tidak lagi memihak kepada si “beruang”?

Kapan ya para wakil rakyat benar-benar memihak kepada rakyat?

Kapan ya para anggota dewan tak lagi sekedar memikirkan kepentingan perutnya sendiri?

Kapan ya erangan kesakitan seorang bocah penderita thalasemia putri dari buruh yang telah diPHK dapat  memerahkan kuping para petinggi negeri ini yang masih bergulat dengan bagaimana cara mendapatkan Dana Aspirasi 15 Milyar?!

Kapan ya PBB yang “katanya” dibentuk untuk memfasilitasi keamanan internasional malah hanya bisa mengecam atas perbuatan Yahudi terkutuk yang untuk kesekian kalinya menyerang Palestina tercinta?

Kapan ya Kokoh Ban Ki-moon berani menggebrak meja Mister Obama sebagai presiden “negara yang katanya polisi dunia” untuk menghentikan suplai senjata dan bantuan lain ke Israel?

Kapan ya para Yahudi terkutuk itu digebukin rame-rame oleh negara-negara yang penduduknya mayoritas Islam (yang Indonesia masuk di dalamnya) ?

Kapan ya pembayaran zakat di Indonesia berjalan optimal sebagaimana Brunei Darussalam?

Kapan ya para kaum dhuafa tidak lagi “bangga” atas kefakirannya sehingga mereka tidak perlu berisiko kehilangan nyawa ketika berjejalan mengantri infaq yang “hanya” sebesar 25 ribu rupiah yang tentu SANGAT tidak sepadan dengan nilai nyawa mereka?

 
3 Comments

Posted by on 16 June 2010 in umum

 

Tags: , , ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 64 other followers