Sebelum masuk ke inti cerita , silakan dibaca dulu dua pengalaman saya di bawah ini….
PERTAMA
Situasi jalan raya sedang macet, stuck ga bisa jalan, trus ada 4 buah bajaj merah berbaris lengkap dengan asap knalpot hitamnya yang bisa bikin sesak seketika. Nah di saat-saat seperti itu tiba-tiba salah seorang pengendara motor di sebelah saya menyalakan sebatang rokok dengan cueknya!!! Astagaaaaaa… Seandainya saya bisa melihat paru-paru saya saat itu juga, mungkin warnanya sudah pekat kehitaman saking banyaknya asap yang saya hirup
KEDUA
Dulu waktu suka naek metromini yang entahlah si metro ini lolos uji emisi atow nggak sampe-sampe asap knalpotnya masuk ke dalam metro dan dihirup oleh kami para penumpangnya
Kebetulan saat itu saya duduk di kursi nomor dua dari belakang ketika seorang Bapak tidak yang duduk di belakang saya menyalakan sebatang rokoknya. Hmmm… alangkah indahnya asap yang tercipta dari gabungan asap knalpot metromini dan asap rokok si Bapak. Saya??? Melotot ke si Bapak dan kemudian si Bapak mematikan rokoknya
Dua pengalaman di atas merupakan sedikit dari “pengalaman” saya bersama para perokok egois itu. Kenapa saya bilang egois?! Karena mereka merokok tanpa mempedulikan lingkungan sekitar, ga peduli ada anak kecil, ga peduli ruangan pengap, ga peduli tatapan mata sinis dari para “korbannya”, mereka teteup saja lempeng ngerokok!!! Mbok ya kalo ngerokok itu asepnya ditelan sendiri tho!!! Kalo emang gitu saya yakin pasti ga akan ada yang protes situ mo ngerokok berapa ratus batang pun, yakin deh!!!
Tapi malem Minggu kemaren untuk pertama kalinya saya menemukan seorang perokok yang TAHU DIRI. Lokasinya di salah satu warung makan di Bintaro tempat saya, suami, dan si kecil sedang menikmati soto Lamongan yang lezat itu
Ketika si Mas Perokok ini memberesi barang bawaannya (hape dll) saya pikir dah selesai makannya, eh ternyata dia pindah tempat duduk ke tempat yang posisinya menjauhi kami kemudian menyalakan sebatang rokoknya dan menghisapnya dengan tenang. Saya langsung memberi kode kepada si ayah mengenai tindakan TERPUJI dan TAHU DIRI si Mas Perokok tersebut. Hmmm… Alangkah indahnya jika semua perokok seperti Mas Perokok ini, sehingga saya ga perlu marah-marah seperti yang saya ceritakan di awal tulisan ini
Namun bagaimanapun, dunia akan lebih indah jika tidak ada perokok
Tapi ntar ga ada pemasukan dari cukai rokok donk ya?!


