Sedikit cerita tentang mudik lebaran beberapa waktu lalu…
Foto-foto berikut diambil di kebun milih orangtua saya di Probolinggo – Jawa Timur sana. Beberapa hari setelah nyampe rumah, seperti biasa sang Kai (panggilan Kakek dalam bahasa Madura) mengajak Mahes untuk ber-off road ria ke kebun dimana di sana telah bersarang sebuah semangka liar imut yang telah saatnya untuk dipetik. Berhubung emaknya juga pengen jalan-jalan, akhirnya setelah berhasil “menyeret” sang ayah untuk turut serta (tak lain dan tak bukan untuk dijadikan sebagai fotografer dadakan), berangkatlah kami ke kebun yang berjarak kurang lebih 500 meter tersebut.
Sepanjang perjalananan menuju kebun, tak henti-hentinya Mahes mengoceh, nunjuk sana nunjuk sini, berkali-kali berteriak bahwa yang itu sawah, ini sungai, itu kuda, ini kambing (sebenernya sih dia bilangnya kambing itu sapi) de el el… Maklumlah.. Jarang-jarang dia bisa liat hal-hal seperti itu di rumahnya
Untuk selanjutnya biarlah foto yang berbicara
This slideshow requires JavaScript.
Selain memetik semangka, di kebun kami juga memanen ubi jalar. Pengen ngambil tomat ma terong tapi ga bawa keranjang untuk wadahnya, jadinya ya harus cukup puas dengan semangka di tangan kiri dan ubi jalar di tangan kanan
Dalam perjalanan pulang ternyata Mahes kecapekan, minta gendonglah dia ke sang ayah, bukan sekedar gendong biasa melainkan gendong di pundak (dan Mahesnya kegirangan). Entah saya yang kurang erat memegang atow kurang konsen karena becanda dengan Mahes, semangka imut itu tiba-tiba jatuh dan pecah terbelah menjadi dua bagian
Begitu saya melongok bagian dalam buahnya, wuiiiiihhhhhhh…. merah bo’! Beberapa tetes air yang keluar saya cicipin dan alhamdulillah manis! Padahal awalnya saya gak yakin kalow semangka yang masih sekecil ini dah bisa dipanen! Hmmm… insting petani Bapak emang ga bisa dilawan
Sesampai di rumah, saya potong-potong semangka tadi, dan ternyata Mahes ga mau karena banyak bijinya. Jadinya semangka yang ukurannya tidak lebih besar dari sebuah blewah itu pun dibagi tiga, setengah untuk Bapak, dan masing-masing seperempat untuk saya dan si ayah
Alhamdulillah.. maniiisssss… Sayangnya merahnya sang semangka tak sempat didokumentasikan, lha wong dah keburu habis!
Oiya, sewaktu mudik kemaren Mahes sangat takjub terhadap proses BAK seekor sapi, tiap hari dia selalu mengajak saya ke rumah salah seorang kerabat hanya demi menunggu si sapi BAK, hadeeeeeeeehhhhhhh… >,<


chimanx
21 September 2011 at 10:04 am
“Sepanjang perjalananan menuju kebun, tak henti-hentinya Mahes mengoceh, nunjuk sana nunjuk sini, berkali-kali berteriak bahwa yang itu sawah, ini sungai, itu kuda, ini kambing (sebenernya sih dia bilangnya kambing itu sapi) de el el… Maklumlah.. Jarang-jarang dia bisa liat hal-hal seperti itu di rumahnya ”
living in jakarta is bad for children. tapi yah, Ya Mo Gimana Lagi
bundamahes
21 September 2011 at 10:07 am
bukan Jakarta, tapi Tangerang
irfanandi
21 September 2011 at 10:40 am
jd inget kampung halaman,, tp ndak ada tanaman semangka..
eh..probolinggo blm musim mangga ya..?
bundamahes
21 September 2011 at 11:34 am
blom, kemaren terakhir masih muda-muda.. ni lagi nunggu kiriman darisana
Asop
21 September 2011 at 10:53 am
Mbak, semangkanya manis?
bundamahes
21 September 2011 at 11:38 am
muaaaaaaaaniiiiiessssssssss banget!!!
alamendah
21 September 2011 at 11:19 am
Semangkanya itu kok imut banget. Kek Mahes aja imutnya.
bundamahes
21 September 2011 at 11:39 am
hahaha..namanya aja semangka liar, ga dirawat, ga dipupuk segala macem, jadinya kerdil dehhh!
Orin
21 September 2011 at 11:52 am
Eh? Semangka mutan ya? atw dibonsai? imut kek Mahes hihihi
nia/mama ina
21 September 2011 at 11:58 am
hmmm dibilang semangkanya merah jd ngbayangin nechh…..apalagi rasanya manis banget…jd ngilerrr
susisetya
21 September 2011 at 12:08 pm
itu beneran foto semangkanya?… lucu yach imut banget, baru tahu ada semangka sekecil itu, biasanya kan semangka gede banget…
bundamahes
21 September 2011 at 2:04 pm
@ teh Orin
itu semangka liar teteeeeeeh.. makanya jadi imut gt numbuhnya!
@ mb nia
emang beneran manis lho mbak!
@ mba susi
itu semangka kerdil mbak, ga pernah dirawat sihhh…
rina
21 September 2011 at 12:18 pm
enak kali ya mba.. makan semangka langsung petik dr pohonnya… yummy…
Sofyan
21 September 2011 at 12:30 pm
Probolinggo…terkenal dengan mangganya Bunda,,tapi semangka yang diceritakan Bunda sangat menggiurkan garai ngiler kepingin hehehe,,,panas² gini enaknya pancen maem yang manis² hehehe
yuniarinukti
21 September 2011 at 12:32 pm
Ngelihat jalan di Probolinggo itu rasanya pengen maen lagi ke Bromo Mbak.. sudah lama gak main kesana sejak hujan abu itu..
bundamahes
21 September 2011 at 2:06 pm
@ rina
hehehe.. alhamdulillah…
@ kang sofyan
disini mendung tuh kang!
@ mb yun
wuihhhh.. ini 1 jam dari Bromo mbak, jauuuuuuuuuuuuuuuuhhhh…
Ade Truna
21 September 2011 at 1:08 pm
mahes masa depanmu cerah nak … Sukses ya cah bagus
Lidya
21 September 2011 at 1:58 pm
hal baru ya melihat sapi pup
bundamahes
21 September 2011 at 2:06 pm
@om Ade
wehhh.. ada apa nih Om kok tiba2 ngomong begitu?!
@ mbak Lidya
BAK mbak, bukan BAB
Mabruri Sirampog
21 September 2011 at 3:33 pm
oowh, itu semangak toh bu,,,
dari tadi pagi mikir,, itu sih buah apaaa,, ko kaya mangga, tpi masa mangga di tanah..
hudaesce
21 September 2011 at 3:53 pm
jadi pengen makan semangka za nih,Hufft….,gara-gara si anemia, malah jasi takut kalau mau makan semangka.
Yan'shu
21 September 2011 at 5:16 pm
wah,
jadi pengen…
kebetulan aq laagi di paiton ne bun…
hehehe…
riez
22 September 2011 at 12:29 am
Siang-siang makan semangka segerrr
Salam Plur
angga SDP
22 September 2011 at 1:18 am
asik jg tuh
ahsanfile
22 September 2011 at 10:14 am
Iku mahes terjengkang pasti karena ditinggal emaknya metik daun tembakau buat dibikin rokoknya papah mahes …
bundamahes
22 September 2011 at 10:18 am
dihhhh.. ayah mahes ga ngerokok kali! >,<
Puteriamirillis
22 September 2011 at 1:23 pm
wah serunya,,ngeliat komen om ade “mau deh mahesnya bunda”, ting ting…
~Amela~
22 September 2011 at 1:38 pm
semangkanya kayak telur naga *kayakpernahlihataja
si mahes ada2 aja sih,, kok bisa ketagihan lihat sapi pis,, *geleng2
tapi pas balik ke Tangerang ga minta anter liat sapi lagi kan mbak?
kakaakin
22 September 2011 at 5:00 pm
Hadooh, Mahess… Apa gak bau ya kalo sapi lagi BAK?
mama-nya Kinan
23 September 2011 at 11:54 am
Ya ampun mbak…senengnya photonya hijau hijau…seperti tempat saya pas mudik kemarin..kami jalan jalan kesawah..sayang lagi panen jadi nggak kelihat hijaunya….
mangga probolinggo lagi buah nggak mbak?? mantap tuh..
papap
23 September 2011 at 8:22 pm
biasanya sih semangka yang kecil emang biasanya banyak bijinya..soalnya belom pernah ngerasain nanam semangka yang buahnya gede-gede kaya di yang jualan
Rumah
27 September 2011 at 10:01 am
Wah …
Asik dah Metik semangka di Kebun sendiri …
mantaf dah ^_^