Assalamu’alaykum Dija…
Perkenalkan ni tante Ika temen tante Elsa, tante kenal Dija setelah diceritain ma tante Elsa lewat blog kuning-nya itu! Ngomong-ngomong tentang kuning, Dija dipakein baju kuning lho ma tante Elsa waktu acara aqiqah Dija, jadinya Dija semakin cantik dan pipi tembemnya semakin menonjol

tuuuh..bener embem kan pipinya!!!
Ibu tante juga meninggal waktu tante masih berumur kurang lebih 6 tahun. Tante nggak tau pasti karena saat itu tante masih terlalu kecil untuk mengingatnya. Dalam keterbatasan memori itu tante mampu mengingat dengan jelas bahwa tante sama sekali tidak menangis di hari kematian Ibu tante, tante hebat kan???
Mungkin Dija berpendapat bahwa tante lebih beruntung daripada Dija karena tante masih sempat mengenal Ibu tante paling tidak selama 6 tahun pertama di kehidupan tante, sayangnya hal itu tidak benar, Sayang! Justru dalam 6 tahun pertama itu telah banyak tersimpan memori tentang Ibu yang sesekali berkelebat dan menyisakan perih yang tertahan di hati tante. Ah… kata “seandainya” kembali melintas di benak tante..
Dija sayang..
Setelah Ibu meninggal, tante diasuh oleh nenek karena Bapak tante sangat terpukul terhadap kepergian Ibu. Nenek sayaaaaaaaaang banget sama tante, sama halnya dengan Oma Dija yang sayaaaaaaaaaang banget sama Dija, iya kan sayang??? Dalam pengasuhan nenek, tante bisa dengan sejenak dikondisikan untuk “melupakan” kesedihan akibat meninggalnya Ibu tante.
(Ah Dija, belum apa-apa tante sudah menangis sayang!)

Oma sayaaaaaaang banget sama Dija!
Read the rest of this entry »