Tadi pas lagi nglewatin Tanah Kusir ada penjual bunga mawar merah, masih seger-seger, pengeeeeeeeeeeeeeeeeeen…. hiks…
Coba tadi gak naek bis jemputan, pasti brenti buat beli barang sekuntum dua kuntum :’(
Tadi pas lagi nglewatin Tanah Kusir ada penjual bunga mawar merah, masih seger-seger, pengeeeeeeeeeeeeeeeeeen…. hiks…
Coba tadi gak naek bis jemputan, pasti brenti buat beli barang sekuntum dua kuntum :’(
Bunga deposito? gak nolak
Bunga tunggakan hutang? tentu tidak
Saya hanya ingin membahas bunga sesuai kodratnya yaitu bunga, the ordinary flower, especially roses. Sesuai dengan gambar di atas, entah kenapa saya memiliki ketertarikan tersendiri terhadap mawar. Seneng aja ngeliatnya! Kalo ngeliat mawar tuh seakan-akan perasaan saya ikut hanyut terbuai keindahan lembar demi lembar mahkotanya. Dulu saya pernah diberi sekuntum mawar merah oleh mantan pacar saya (baca : suami), jangan ditanya gimana perasaan saya saat itu, beeeeeeeeeeeee……brasa pengen meledak! untungnya Allah tuh Maha Kuasa dalam menciptakan mahluk-Nya sehingga tubuh saya gak jadi moncrot karena saking senengnya
Pernah suatu waktu salah seorang teman bertanya kepada saya, sebenarnya apa sih arti bunga bagi seorang wanita??? Hmmm..saya bingung ngejawabnya! Bunga itu kalo cuma diliat dari luarnya sih ya biasa aja, gak jauh beda dengan tumbuhan lainnya yang gak kalah indah, bunga juga gak lucu-lucu amat jika dibandingkan dengan seekor anak kucing nan imut (kenapa harus kucing ya?!). Lalu teman tadi kembali bertanya, kalo memang seperti itu kenapa seorang wanita tuh seneng kalo diberi bunga? knapa gak milih diberi benda lain yang lebih berguna seperti 10 bungkus Chiki Balls rasa keju, atau satu boks Gery Chocolatos? Saya menjawab dengan sok idealis, yaitu karena wanita itu indah, hatinya lembut dan peka, makanya dia bisa merasakan apa yang tidak pria rasakan. Dan dia menyerah, hahaha…
Kembali lagi ke topik bahasan semula yaitu arti bunga bagi saya. Yang jelas saat ini saya masih suka dan sedang pengen banget diberi sekuntum bunga, sebuket juga gak nolak koq
apalagi kalo yang ngasih tuh suami tercinta, tambah seneng deh :-*
Diawali dengan meninggalnya salah satu kerabat saya, tepatnya kakak perempuan dari kakek saya (baca : nenek), saya biasa memanggilnya Mbok Asin. Beliau meninggal karena faktor usia yang memang sudah cukup sepuh. Seperti layaknya keluarga yang lain, beliau juga dimakamkan di komplek pemakaman keluarga besar kami, bersebelahan dengan makam ibu kandung saya yang telah meninggal dunia pada tahun 1991. Kakek saya yang memimpin langsung proses pemakamannya mewanti-wanti kepada para penggali kubur supaya hati-hati dalam menggali, jangan sampai berbenturan dengan kuburan ibu. Namun entah karena kontur tanah yang telah bergeser atau sebab lainnya, walaupun sudah diperkirakan bahwa proses penggalian itu tidak akan menyenggol sedikitpun kuburan ibu, suatu saat cangkul salah satu penggali kuburan tidak sengaja mengenai bagian kepala dari kuburan ibu saya sehingga terlihatlah kain kafan yang menurut penuturannya masih berwarna putih bersih . Kakek saya tertegun! Beliau hanya mampu menginstruksikan agar lubang itu segera ditutup dan kemudian berbalik arah, pulang…
Sesudah proses pemakaman Mbok Asin selesai, orang-orang ramai membicarakan peristiwa masih utuhnya kain kafan ibu saya, karena jika di-logika-kan seharusnya setelah 19 tahun berlalu kafan itu telah hancur dimakan cacing tanah,hmfffhhhhh… Saya hanya bisa merasakan rindu yang semakin membuncah kepada ibu. Ibu yang belum sempat saya kenal seutuhnya. Ibu yang belum sempat saya ingat elok wajahnya. Ibu yang belum sempat saya teladani perbuatannya. Seandainya saya diberi kesempatan untuk dapat kembali bertemu dengan ibu, saya akan bercerita banyak kepada beliau. Saya akan banyak bertanya tentang resep masakan yang membuat bapak saya tetap terngiang akan lezatnya masakan beliau. Saya akan bertanya tentang bagaimana menjadi wanita yang lemah lembut. Saya akan bertanya bagaimana mengatur keuangan keluarga sehingga saat gaji bapak saya masih sebesar 12.500 ibu sanggup menabung hingg amampu membeli tanah seharga 1 juta. Tapi saya juga akan protes!!! Kemana ibu saat saya deg-degan mengalami menstruasi pertama kali? Kemana ibu saat saya butuh restu beliau ketika akan menikah? Kemana ibu ketika saya merasakan sakitnya perut ini ketika mengalami keguguran pertama kalinya? Kemana ibu ketika saya merasakan mual saat trimester pertama kehamilan saya? Kemana ibu saat saya ingin menceritakan perasaan saya ketika merasakan tendangan pertama dari calon cucunya? Kemana ibu saat saya telah berubah status menjadi ibu dan ibu menjadi seorang nenek? Dan masih banyak pertanyaan lain yang jika saya teruskan akan semakin menyesakkan dada ini. Bu, Ica kangen ma ibu….
gambar diambil dari sini dan sini
Hiyahahaha..gara-gara dendam ma ibu kantin karena ga kebagian gulai ikan , akhirnya saya putuskan untuk bikin sendiri saja,modal nekat karena ini baru pertama kalinya saya bikin beginian, cekidot!
Bahan :
Bumbu yang digeprek (karena males ngulek) :
Cara masak :
kata taster saya (baca : suami) rasanya maknyosssss!
PS : gambar daun kemanginya diambil dari sini




Shenyang, Kasus kelebihan jari atau Polydactyly kembali muncul. Kali ini menimpa seorang bocah di China yang punya 31 jari yakni 15 jari tangan dan 16 jari kaki. Si bocah bakal memegang rekor pemilik jari terbanyak.
Saat ini pemegang rekor resmi jari terbanyak adalah dua anak India yaitu Pranamya Menaria dan Devendra Harne, yang keduanya memiliki 12 jari tangan dan 13 jari kaki. Bocah-bocah ini menjadi unik karena manusia umumnya memiliki 20 jari yakni 10 jari tangan dan 10 jari kaki.
Seperti dilansir dari Dailymail, Kamis (25/3/2010), bocah di China yang berusia 6 tahun itu tidak disebutkan identitasnya. Dokter hanya menjelaskan sang bocah memiliki 8 jari di tangan kanan dimana 3 jari sempurna, 3 jari lengket di posisi jari manis dan dua jari bercabang di jempolnya.
Sedangkan di tangan kiri ada 7 jari yaitu 4 jari sempurna dan 3 jari lengket di posisi jari manis. Dan kaki kiri dan kanan memiliki masing-masing 8 jari dengan bentuk sempurna.
Sang bocah kini telah berhasil mengurangi 11 jari-jarinya sehingga jumlahnya kini 20 jari yakni 10 jari tangan dan 10 jari kaki. Operasi dilakukan selama 6,5 jam di sebuah rumah sakit di Shenyang, Liaoning.
Kondisi yang dialami anak ini dikenal sebagai Polydactyly, yang digunakan untuk menggambarkan tambahan jari pada tangan atau kaki. Jari tambahan tersebut biasanya terletak di sisi ibu jari (radial), kelingking (ulnar), atau di tengah (central).
Jari tambahan ini umumnya kecil dan berkembang tidak normal tapi ada beberapa orang yang jarinya tambahannya sempurna seperti jari lainnya.
Lazimnya selama perkembangan embrio normal maka tangan yang awalnya berbentuk dayung akan terbelah menjadi jari yang terpisah. Polydactyly terjadi bila ada kesalahan dalam proses ini, dan jari tambahan terbentuk setelah satu jari terbelah menjadi dua.
Banyak kasus tampaknya terjadi tanpa sebab yang jelas, sementara beberapa kasus terjadi karena cacat genetik (inherited). Polydactyly juga dapat terjadi karena adanya sindrom keturunan.
Polydactyly adalah kelainan sejak lahir yang paling umum terjadi dan dialami sekitar 1 dari setiap 1.000 kelahiran.
Yang paling umum adalah jari tambahan yang muncul pada sisi kelingking tangan. Anak ini tampaknya memiliki kondisi langka polydactyly central, di mana jari tengah dan jari-jari kaki diduplikasi.
Menurut ibunya, sang anak telah diolok-olok dan disebut ‘monster’ oleh teman-teman sekelasnya di TK. Tapi kini dengan jumlah jari yang normal si bocah tak perlu lagi diolok-olok teman-temannya.(mer/ir)
Sumber : diambil dari sini
PS : kenapa ya harus dioperasi digabungin jadi satu???? kan kasian, hiks…
Kemaren sore sepulang dari kantor saya dijemput suami yang kebetulan sedang tidak enak badan. Karena indra perasanya sedang tidak berfungsi dengan baik, maka suami saya berinisiatif membeli bebek goreng langganan kami untuk makan malam. Sesampai di warung pecel lele dimaksud, saya mesen bebek goreng, pecel lele, ma nasi uduk. Begitu transaksi slese, langsung cabut pulang ke rumah karena adzan Maghrib dah berkumandang sejak 10 menit yang lalu.
Begitu nyampe rumah seperti biasa disambut tepuk tangan+senyuman-penuh-iler raja kecil saya
Setelah sholat dan bersih-bersih, makanlah saya sambil nonton tipi (kebiasaan buruk, jangan ditiru!) dan tentu saja digentayangi oleh mahluk kecil yang ga bisa diam, sebut saja Mahes
Lagi enak-enaknya makan tiba-tiba tuh mahluk dateng ke saya dengan kecepatan tinggi, baru nyadar kali ya kalo emaknya lagi megang sesuatu (apapun itu selama yang megang emaknya, pasti diminta). Melongoklah kepala kecilnya ke piring penuh nasi dan lele yang melintang. Longok longok longok, iseng-iseng saya suapin dia 2 butir nasi uduk, eh mau! Nyadar kalo sedang dipermainkan ma emaknya, melongok lagi-lah dia hingga jarak antara wajahnya ke nasi hanya tersisa 5cm. Akhirnya saya tergugah juga (jahat banget ya emaknya hahaha…) untuk menyuapinya. Sesuap kecil nasi uduk ditambah sepotong kecil lele sukses lolos ke indra pencernaan terluar Mahes (baca : mulut), kirain butuh waktu lama untuk menelan nasi itu, ternyata malah kurang banyak sodara-sodara! Dia nunduk lagi pertanda minta disuapin lagi, lagi, lagi, lagi, lagi, pokoknya baru di suapan ke 6 saya bisa nyuapin untuk mulut saya sendiri, hiks… dan itu terus berlanjut hingga lelenya habis!!!
Posenya gini : mulut makan nasi, tangan kanan pegang timun, tangan kiri pegangan ma bundanya (tolong bayangin sendiri ya!). Bundanya cuma disisain tahu, sambel, dan sekerat mentimun, huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…. (T_T)
Akhirnya acara makan malam selese sudah, acara selanjutnya adalah mendengarkan laporan dari si mBak yang ngejagain Mahes. Laporannya antara lain meliputi :
Laporan selese, dilanjutkan dengan masuk ke kamar tidur untuk persiapan tidur. Tentu donk bukan Mahes namanya kalo begitu masuk kamar langsung bobok, ayahnya sampe bilang gini “ni anak kenapa sih sebenernya? koq ga bisa diem ya?!” saya sebagai bundanya hanya bisa mencoba mengingat2 waktu hamil kemaren apa pernah salah nelen bola bekel dikira bakso ya?! hmmmmm… Setelah narsis di depan cermin cukup lama, akhirnya menguaplah dia, sesuatu yang begitu ditunggu-tunggu. Tapiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii…sebelum matanya mengatup rapat, dia masih membalik-balikkan tubuhnya plus mengayunkan tangannya sampe mengenai wajah ayahnya, karena tau ayahnya bereaksi terhadap gerakannya itu, diulangi lagi, lagi, lagi, lagi, lagi, lagi, lagi, dan diakhiri dengan MENGGIGIT lengan bundanya yang tak bersalah ini, huwaaaaaaaaaaaaaaaaaa…. hiks..hiks..hiks..

by Kahitna
Telah lama sendiri
Dalam langkah sepi
Tak pernah kukira bahwa akhirnya
Tiada dirimu di sisiku
Meski waktu datang dan berlalu sampai kau tiada bertahan
Semua tak ‘kan mampu mengubahku
Hanyalah kau yang ada di relungku
Hanyalah dirimu mampu membuatku jatuh dan mencinta
Kau bukan hanya sekedar indah
Kau tak akan terganti
Tak pernah kuduga bahwa akhirnya
Tergugat janjimu dan janjiku
Biasanya bunyi stiker yang ditempel di mobil-mobil kan tentang alamat web tertentu kaya www.kaskus.us, www.detik.com dan sejenisnya, nah tadi pagi ini pas saya sedang dalam perjalanan ke kantor ga sengaja nemuin 1 mobil (ga usah saya sebut lah ya merknya apa) yang tulisan di kaca belakangnya itu ojodicolong@maning.com, ngekek aku mocone! ada-ada aja ya! slama ini kan paling banter tuh www.gombel.com, lah ini baru lagi, hahahaha… lucu lucu lucu… kreatif kreatif kreatif…
Apa si empunya mobil pernah kehilangan mobilnya ya sampe dibela-belain nempel stiker kaya gitu?! kalopun emang iya, apa mungkin stiker itu cukup efektif untuk mencegah terjadinya lagi pencurian?! hmmm… biarkan waktu yang menjawab!
Saya bangga dengan anak saya! kenapa??? karena dia mau aja diminumin susu merk apapun tanpa penawaran dan fit n proper test terlebih dahulu hahaha…
Cuti bersalin saya habiskan di rumah orang tua saya di Probolinggo, kultur orang desa adalah dalam 1 blok merupakan rumah 1 keluarga, sehingga kalo ada apa-apa ga perlu jauh-jauh minta tolong
namun efek samping yang timbul adalah rencana saya untuk dapat memberikan ASI hingga umur 2 tahun tidak dapat terlaksana, hiks… (T_T)
Setelah kelahiran Mahes, sebagaimana layaknya cucu pertama di keluarga saya, otomatis semua anggota keluarga jadi over protektif ke saya terutama Mahes, dari Budhe, Bulik, maupun sepupu-sepupu yang sudah jauh lebih dulu punya anak, semuanya jadi mendadak “cerewet” ke saya! Contohnya antara lain :
TINDAKAN SAYA terhadap “saran-saran” tersebut :
Well, kita kembali ke topik utama, jadi karena produksi ASI saya berlimpah, daripada rembes ga berguna akhirnya saya inisiatif untuk merah ASI dan disimpen di kulkas (itung-itung belajar nyetok ASI kalo ntar dah kerja lagi). Nah, disitulah letak kesalahannya! stok ASI itu diminumin ke Mahes kalo saya lagi mandi/makan pake DOT! padahal seharusnya pake sendok aja! Awalnya saya beranikan untuk meminta para Budhe, Bulik, dll supaya nyuapin ASI ke Mahes pake sendok aja, tapi karena banyaknya alesan takut tersedak lah, tar nangis lah, minumnya dikit lah, akhirnya saya nyerah juga, terserah deh mo dipakein botol juga gapapa! Dan kebiasaan itu berlanjut hingga saya kembali ke jakarta, karena Mahes bener-bener sudah terbiasa dengan dot!
Tiga bulan pertama di Jakarta fine-fine saja, stok ASI saya dari awalnya hanya 8 bungkus dalam waktu ga begitu lama meningkat jadi 100 bungkus, sampe-sampe freezer saya ga muat, bahkan ada yang dibuang, kalo ga salah sekitar 6 bungkus terbuang percuma,hmmm… Awal kecurigaan saya adalah ketika Mahes selalu nangis dan menolak pada saat menyusu, ni anak kenapa pikir saya, trus berdasarkan saran dari tetua, sebelum nenenin Mahes saya buang dulu ASI saya sedikit. Cara ini awalnya efektif, Mahes tetep mau nenen, tapi lama kelamaan dia nagis terus, dan karena saya juga ga tega ngeliat dia “tersiksa” tiap kali mo nenen, akhirnya saya minumin Mahes lewat botol. Dan karena sudah terlanjur nyaman dengan botol, Mahes akhirnya bener-bener ga mau nenen langsung ke saya, akibatnya sejak umur 4 bulan hingga 7 bulan Mahes otomatis minum ASIP, hiks…
Dan dari sinilah bencana itu bermula! Akibat terlalu lama ga dinenenin langsung ke Mahes akhirnya produksi ASI saya menurun. Saya panik, langsung saya konsumsi suplemen penambah ASI, sayur-sayuran, konsultasi ke Klinik Laktasi, tapi hal itu tidak terlalu banyak membantu. Suplemen penambah ASI hanya bekerja awal-awal saja, selanjutnya produksi kembali menurun. Hmmmmmmmm…hingga suatu hari ASIP di kulkas tinggal 4 bungkus, dan itu ga cukup untuk diminum dalam sehari, akhirnya tega ga tega saya nekat beli sufor! hiks… Sufor pertama yang saya coba adalah Nutrilon Royal, Mahes ga nolak. Trus setelah saya tau ada Anmum Essential (sewaktu hamil saya mengkonsumsi susu Anmum, dan saya suka rasanya
) saya beralih ke merk tersebut, daaan…Mahes tetep mau tanpa ada keluhan apapun!
Setelah mencocokkan antara kantong dan kebutuhan susu Mahes akhirnya saya cari produk yang lebih murah dengan tetap menjaga kualitas, akhirnya ketemulah saya dengan Bebelac 2, dan Mahes seneng-seneng aja sampe dia umur 1 tahun (Bebelac 2 untuk usia 7-12 bulan). Setelah berusia 1 tahun, saya mencoba untuk memberi Mahes susu UHT, saya ambil produksi Ultrajaya, tapi ternyata walaupun sudah saya encerkan keesokan harinya Mahes langsung diare, akhirnya saya putuskan untuk menghentikan pemberian susu UHT. Kemudian saya coba dengan susu kedelai, keluhan sih ga ada, botol pertama diminum dengan lahap, tapi sayangnya Mahes ga mau bertahan untuk botol kedua dan seterusnya,hmmmmm…
Sekitar sebulan yang lalu ga ada angin ga ada ujan tiba-tiba timbul niat saya untuk ngasih Mahes susu produksi dalam negeri (kebanyakan sufor kan masih impor), saya pilih Dancow 1+ rasa vanilla, setelah saya icip-icip rasanya lebih manis daripada sufor-sufor sebelumnya, karena saya khawatir asupan glukosanya berlebihan, saya putuskan untuk mengencerkan konsentrasinya (-nya refers to susu Dancow 1+). Dan sampe saat ini Mahes masih minum susu Dancow 1+,alhamdulillah tanpa ada keluhan, BB terakhir 11,5 kg.
Yup, begitulah liku-liku “kehidupan” Mahes, yang sehat ya nak!
special thanks buat mb Lia (Rosmalia) yang telah menginspirasi saya untuk mencoba memberikan susu Dancow ke anak saya
tulisan ini bukan bermaksud mempromosikan produk-produk tertentu, sekedar sharing dari saya!